Suasana duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman akademisi sekaligus pengamat politik terkemuka, Dr. Airlangga Pribadi Kusman, S.IP., M.Si., yang dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Sejumlah kolega, akademisi, hingga aktivis masyarakat sipil hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok pengajar Universitas Airlangga (Unair) tersebut.
Kronologi Prosesi Pelepasan dan Pemakaman Almarhum
Rangkaian pemakaman berlangsung khidmat sejak pagi hari dengan dihadiri oleh keluarga besar, sahabat karib, serta tokoh-tokoh pergerakan nasional. Berikut adalah tahapan prosesi pemakaman almarhum di Jakarta:
- Pukul 08.30 WIB: Jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka setelah disalatkan dan mendapatkan doa pelepasan dari para pelayat serta perwakilan sivitas akademika.
- Pukul 09.45 WIB: Iring-iringan mobil jenazah tiba di kawasan TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, disambut oleh puluhan rekan akademisi dan aktivis yang telah menunggu di liang lahad.
- Pukul 10.15 WIB: Prosesi penurunan jenazah ke liang kubur berlangsung haru diiringi lantunan tahlil dan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
- Pukul 10.50 WIB: Penaburan bunga oleh keluarga inti dan sahabat dekat, menandai berakhirnya seluruh rangkaian pemakaman.
Haris Azhar Kenang Dedikasi dan Antusiasme Intelektual
Di antara para pelayat yang hadir, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus pendiri Lokataru Foundation, Haris Azhar, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Airlangga Pribadi. Haris mengenang almarhum sebagai figur intelektual yang konsisten serta memiliki gairah luar biasa dalam diskursus keilmuan.
"Airlangga Pribadi adalah sosok pemikir yang sangat antusias terhadap perkembangan ilmu dan teori politik. Almarhum tidak pernah lelah mendiskusikan gagasan-gagasan kritis untuk perbaikan demokrasi di Indonesia," ujar Haris Azhar saat ditemui di lokasi pemakaman.
Menurut Haris, kontribusi pemikiran almarhum selama ini telah memberikan warna penting dalam dinamika analisis politik nasional. Almarhum dinilai mampu menjembatani teori-teori politik kontemporer yang rumit ke dalam bahasa publik yang mudah dipahami demi mendorong literasi politik masyarakat.
Warisan Pemikiran Kritis bagi Demokrasi Indonesia
Semasa hidupnya, Airlangga Pribadi Kusman dikenal aktif menulis artikel opini di berbagai media massa nasional serta kerap diundang sebagai narasumber isu-isu strategis kenegaraan. Rekan sejawat mencatat sejumlah warisan penting almarhum, antara lain:
- Advokasi Keadilan Sosial: Kerap menyoroti pentingnya etika kekuasaan dan keberpihakan negara terhadap masyarakat rentan.
- Penguatan Teori Demokrasi: Menyumbangkan gagasan kritis mengenai bahaya oligarki dan kemunduran demokrasi substansial.
- Dedikasi Pendidikan: Berperan aktif mendidik mahasiswa di Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga hingga akhir hayatnya.
Kepergian Airlangga Pribadi meninggalkan duka mendalam bagi dunia akademik Indonesia. Pemikiran dan karya-karya tulisnya diyakini akan terus menjadi rujukan berharga bagi para peneliti, mahasiswa, dan pemerhati politik di tanah air.
Comments (0)