Oneng Setop Mengemis, Kini Jualan Berkat Bantuan Kemensos

BARU SAJA — Setelah hampir satu dekade hidup dari meminta-minta, Oneng akhirnya mengubur masa lalunya. Kini, ia berdiri di balik lapak dagangannya sendiri, bukan lagi di pinggir jalan dengan tangan ...

Aug 07, 2026 - 11:04
0 0
Oneng Setop Mengemis, Kini Jualan Berkat Bantuan Kemensos

BARU SAJA — Setelah hampir satu dekade hidup dari meminta-minta, Oneng akhirnya mengubur masa lalunya. Kini, ia berdiri di balik lapak dagangannya sendiri, bukan lagi di pinggir jalan dengan tangan terbuka. Perubahan drastis ini terjadi berkat suntikan modal usaha dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Keputusan Oneng untuk berhenti mengemis bukanlah langkah mudah. Selama 10 tahun, jalanan adalah sumber penghidupannya. Namun, titik balik datang ketika Kemensos menyalurkan bantuan kewirausahaan yang mengubah total arah hidupnya.

Dari Tangan Terbuka ke Lapak Dagang

Oneng, yang sebelumnya dikenal sebagai pengemis di kawasan perkotaan, kini resmi menjadi pedagang kecil. Transformasi ini bukan sekadar ganti profesi, melainkan lompatan besar menuju kemandirian ekonomi. Dengan modal yang diberikan, ia membangun usaha mikro yang kini menjadi tumpuan hidupnya.

  • 10 tahun mengemis — rentang waktu yang dihabiskan Oneng di jalanan sebelum menerima bantuan.
  • Modal usaha dari Kemensos — menjadi fondasi utama perubahan nasib Oneng.
  • Tekad kuat untuk naik kelas — Oneng berkomitmen memperbaiki taraf hidupnya secara berkelanjutan.

Kemensos Beri Lebih dari Sekadar Uang

Bantuan yang diterima Oneng bukan hanya materi. Program kewirausahaan Kemensos dirancang untuk memutus rantai kemiskinan secara permanen. Penerima bantuan tidak hanya diberi modal, tetapi juga pendampingan agar usaha mereka bisa bertahan dan berkembang.

Oneng mengaku, perubahan ini memberinya harga diri yang selama ini hilang. "Dulu saya tidak punya masa depan, sekarang saya punya harapan," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Ia kini bangga karena bisa bekerja halal dan tidak lagi bergantung pada belas kasihan orang lain.

Dampak Nyata di Lapangan

Program ini tidak hanya menyentuh Oneng. Data di lapangan menunjukkan tren positif pemberdayaan masyarakat rentan. Kemensos menargetkan lebih banyak pengemis dan gelandangan yang dialihkan ke sektor produktif melalui skema serupa.

  • Pendapatan harian meningkat — dari yang tadinya tidak menentu kini ada pemasukan tetap.
  • Kemandirian finansial — Oneng tidak lagi bergantung pada orang lain untuk bertahan hidup.
  • Dampak sosial positif — mengurangi jumlah pengemis di jalanan secara bertahap.

Perjuangan Belum Selesai

Meski langkah awal sudah diambil, Oneng sadar perjalanannya masih panjang. Ia bertekad mengembangkan usahanya lebih besar lagi. Target berikutnya adalah membuka cabang atau menambah jenis dagangan agar omzetnya terus naik.

"Saya tidak mau kembali ke jalan. Saya mau anak cucu saya bangga," tegas Oneng. Semangatnya kini menjadi contoh nyata bahwa dengan bantuan yang tepat, seseorang bisa keluar dari lingkaran kemiskinan.

Fakta Kunci Perubahan Oneng

  • Lama mengemis: Hampir 10 tahun sebelum menerima bantuan.
  • Jenis bantuan: Modal usaha kewirausahaan dari Kementerian Sosial.
  • Profesi baru: Pedagang kecil dengan lapak sendiri.
  • Komitmen: Meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Kisah Oneng adalah bukti bahwa program pemberdayaan yang tepat sasaran mampu mengubah hidup. Kemensos terus mendorong agar lebih banyak warga rentan yang terangkat derajatnya melalui jalur produktif. Ke depan, diharapkan semakin sedikit tangan yang mengemis, dan semakin banyak tangan yang berkarya.

UPDATE — Oneng kini menjadi simbol harapan bagi mereka yang masih hidup di jalanan. Transformasinya bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal martabat. Dengan kerja keras dan dukungan pemerintah, ia membuktikan bahwa masa depan yang lebih baik selalu mungkin diraih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User