Sep 17, 2026
Hukum

NEW DELHI — BRICS Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Redam Konflik

Suasana diplomasi tingkat tinggi menyelimuti kota New Delhi ketika para pemimpin negara-negara anggota BRICS memasuki hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi

NEW DELHI — BRICS Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Redam Konflik

Suasana diplomasi tingkat tinggi menyelimuti kota New Delhi ketika para pemimpin negara-negara anggota BRICS memasuki hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Dalam perhelatan penting ini, negara-negara raksasa seperti Tiongkok, Rusia, dan India secara resmi menyuarakan urgensi penguatan kerja sama ekonomi global yang inklusif di tengah dinamika geopolitik dunia yang kian bergejolak. Langkah strategis tersebut disepakati sesaat setelah aliansi ekonomi berkembang terbesar di dunia ini berhasil mengeluarkan pernyataan bersama untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dominasi Kekuatan Ekonomi dan Demografi Global

Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan bahwa kekuatan utama blok ini terletak pada keberagaman budaya serta komitmen kerja sama yang solid antarnegara anggota. Di hadapan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta para pemimpin lainnya, Modi memaparkan fakta krusial mengenai besarnya posisi tawar BRICS dalam peta perekonomian internasional saat ini.

Secara statistik, aliansi ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata oleh negara-negara Barat. Blok ini menyatukan kekuatan demografi dan ekonomi yang sangat signifikan bagi masa depan bumi.

Indikator Utama Global Kontribusi Aliansi BRICS
Populasi Dunia 50 Persen
Produk Domestik Bruto (PDB) Global 40 Persen
Total Perdagangan Global Lebih dari 25 Persen

Modi menekankan pentingnya sinergi bersama untuk memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan secara menyeluruh oleh semua lapisan masyarakat internasional.

"Kekuatan BRICS terletak pada keberagaman dan kerja sama kita. Kita mungkin berakar pada realitas yang berbeda, namun bersama-sama kita bangkit melalui kerja sama dan berkembang demi kemanusiaan," ujar Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidato resminya.

Seruan Penahanan Diri Maksimal di Timur Tengah

Sebelumnya, agenda hari pertama KTT sempat didominasi oleh perdebatan intensif mengenai eskalasi militer di Timur Tengah. Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri BRICS pada bulan Mei lalu di New Delhi sempat mengalami jalan buntu dan gagal mencapai kesepakatan bersama akibat perbedaan pandangan di antara negara anggota—termasuk Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab—terkait dampak bentrokan pasca-serangan AS-Israel pada 28 Februari.

Namun, berkat diplomasi maraton yang dipelopori tuan rumah India, para pemimpin—termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian—akhirnya berhasil menyatukan suara dan merumuskan konsensus bersama demi terciptanya stabilitas keamanan kawasan.

"Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam atas terus meningkatnya ketegangan di Timur Tengah/Asia Barat dan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal (maximum restraint)," tegas dokumen kesepakatan bersama BRICS.

Tatanan Dunia Baru dan Imbangan Kekuatan Barat

Sejak didirikan pada tahun 2009, BRICS terus berkembang dari sekadar wadah dialog menjadi blok geopolitik yang sangat berpengaruh. Aliansi ini dibentuk oleh negara-negara ekonomi berkembang utama guna menyeimbangkan dominasi institusi-institusi keuangan global yang selama ini dikuasai oleh negara-negara Barat. Fokus utama BRICS meliputi penanganan turbulensi perdagangan, penguatan ketahanan energi, serta perumusan solusi atas konflik global.

Para analis menilai bahwa konsensus New Delhi ini menandai babak baru dalam diplomasi multilateral. Keberhasilan BRICS dalam menjembatani perbedaan politik internal menunjukkan kematangan aliansi ini sebagai poros kekuatan alternatif di tingkat global. Melalui pendorongan pertumbuhan yang inklusif, BRICS menegaskan komitmennya untuk membawa suara negara-negara berkembang ke panggung utama dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User