Oct 10, 2026
breaking

Nasib Gibran di DPR Ditentukan Ketua Umum Partai

JAKARTA — Nasib Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini sepenuhnya berada di tangan para ketua umum partai politik yang duduk di DPR RI. Konfirmasi ini muncul BARU SAJA setelah Mahkamah Konstitus...

Nasib Gibran di DPR Ditentukan Ketua Umum Partai

JAKARTA — Nasib Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini sepenuhnya berada di tangan para ketua umum partai politik yang duduk di DPR RI. Konfirmasi ini muncul BARU SAJA setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan tidak mendiskualifikasi Gibran meski tanpa ijazah setara SMA.

Keputusan MK tersebut menutup satu babak sengketa, namun membuka babak baru yang jauh lebih rumit di ranah politik. Tindak lanjut nasib Gibran tidak lagi berada di meja hakim konstitusi, melainkan di meja rapat para petinggi partai.

MK Tidak Diskualifikasi, Bola Panas ke DPR

MK dikonfirmasi tidak mendiskualifikasi Gibran dari posisinya sebagai Wakil Presiden. Dalil soal ijazah setara SMA yang selama ini menjadi sorotan publik tidak cukup membuat MK mengubah status Gibran.

Namun, putusan itu tidak serta-merta mengakhiri persoalan. Sejumlah pihak menilai persoalan administratif Gibran masih menyisakan pertanyaan politik yang harus dijawab oleh DPR.

  • MK tidak mendiskualifikasi Gibran Rakabuming Raka.
  • Ijazah setara SMA menjadi sorotan utama dalam perkara ini.
  • Bola panas tindak lanjut kini berada di DPR RI.
  • Ketua umum partai politik disebut sebagai penentu akhir nasib Gibran.

Siapa yang Pegang Kendali?

Sejumlah pengamat menilai keputusan akhir soal Gibran sangat bergantung pada sikap ketua umum partai politik yang memiliki kursi di Senayan. Mereka adalah pihak yang punya kuasa politik untuk mendorong atau menghentikan langkah lanjutan.

"Nasib Gibran sekarang bukan lagi soal hukum, tapi soal kesepakatan politik di DPR," ujar seorang pengamat tata negara yang dikonfirmasi MENIT LALU.

Di internal DPR, pembahasan soal ini dilaporkan masih berjalan tertutup. Sejumlah saksi mata di lingkungan parlemen menyebut belum ada agenda resmi yang membahas nasib Gibran secara khusus.

Tekanan Publik Meningkat

Meski begitu, tekanan publik diperkirakan terus meningkat. Sejumlah elemen masyarakat menuntut DPR bersikap jelas dan tidak berlindung di balik putusan MK.

  • Publik menuntut transparansi sikap DPR.
  • Sejumlah pihak mendesak evaluasi status Gibran.
  • Ketua umum partai disebut belum satu suara.
  • Situasi politik dilaporkan masih dinamis.

Seorang sumber di DPR menyatakan posisi Gibran saat ini ibarat berada di persimpangan. Satu keputusan ketua umum bisa menentukan arah, namun koalisi yang heterogen membuat kesepakatan sulit diraih dalam waktu singkat.

Dampak ke Peta Politik

Jika DPR memilih membuka pembahasan, maka konflik ini berpotensi menyeret peta politik nasional. Sebaliknya, jika DPR memilih diam, publik diperkirakan akan menuntut penjelasan lebih lanjut.

"Ini bukan sekadar soal satu orang, tapi soal preseden ke depan," tambah pengamat tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari DPR maupun dari kantor Wakil Presiden. Situasi masih terus berkembang dan dipantau ketat.

UPDATE: Sejumlah ketua umum partai dikabarkan akan menggelar pertemuan tertutup dalam waktu dekat. Agenda utamanya tidak lain membahas langkah lanjutan terkait nasib Gibran di pemerintahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User