Sep 19, 2026
Hukum

NASA Kerahkan Dua Satelit untuk Pantau Badai dan Fenomena El Niño

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama mitra internasional resmi mengoptimalkan operasional dua satelit canggih, yakni Sentinel-6B

NASA Kerahkan Dua Satelit untuk Pantau Badai dan Fenomena El Niño

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama mitra internasional resmi mengoptimalkan operasional dua satelit canggih, yakni Sentinel-6B dan Sentinel-6 Michael Freilich. Pengerahan instrumen antariksa ini bertujuan untuk memetakan dinamika kondisi laut secara presisi tinggi serta meningkatkan akurasi prakiraan intensitas badai di tengah berlangsungnya anomali iklim El Niño.

Kedua wahana antariksa tersebut menjalankan misi utama mengukur topografi dan ketinggian permukaan laut (sea surface height) hingga tingkat milimeter. Data altimetri kelautan ini menjadi parameter krusial bagi para peneliti dan ahli meteorologi global untuk membaca pergerakan energi termal lautan yang memicu cuaca ekstrem.

Misi Pemantauan Permukaan Laut Global

Satelit Sentinel-6B resmi meluncur ke orbit rendah bumi dan kini beroperasi dalam formasi tandem, mengorbit hanya berjarak sekitar 30 detik di belakang pendahulunya, Sentinel-6 Michael Freilich. Keduanya merupakan bagian integral dari program jangka panjang Copernicus Sentinel-6/Jason-CS yang telah mendokumentasikan dinamika ketinggian air laut global sejak awal dekade 1990-an.

"Pengukuran ketinggian permukaan laut secara akurat memungkinkan para ilmuwan menghitung kandungan panas laut, yang menjadi bahan bakar utama pembentukan siklon tropis berdaya rusak tinggi," tulis laporan teknis misi tersebut.

Dengan formasi terbang yang sangat berdekatan, kedua instrumen dapat melakukan kalibrasi silang guna menjamin kontinuitas dan keandalan data iklim yang telah dihimpun selama lebih dari tiga dekade terakhir.

Kronologi dan Alur Deteksi Potensi Badai

Dalam memprediksi eskalasi siklon tropis saat anomali iklim berlangsung, sistem satelit menjalankan serangkaian tahapan analisis data terpadu:

  1. Pemindaian Topografi Laut: Radar altimeter satelit memancarkan sinyal ke permukaan bumi untuk mengukur variasi elevasi air laut secara real-time.
  2. Identifikasi Kantong Panas: Peningkatan elevasi permukaan laut mengindikasikan ekspansi termal dan akumulasi massa air hangat yang terkonsentrasi di kawasan tertentu.
  3. Pemetaan Jalur El Niño: Data mengonfirmasi pergeseran massa air panas dari wilayah Pasifik barat menuju Pasifik timur, yang mengubah pola sirkulasi atmosfer.
  4. Prakiraan Intensitas Siklon: Model komputer meteorologi mengintegrasikan data satelit untuk memprediksi apakah badai tropis akan mengalami intensifikasi cepat (rapid intensification).

Dampak Distribusi Panas terhadap Cuaca Ekstrem

Fenomena El Niño yang tercatat saat ini diproyeksikan menjadi salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah observasi modern. Perubahan distribusi suhu permukaan laut memicu pergeseran drastis pada aktivitas badai global, di mana aktivitas siklon tropis cenderung meningkat pesat di kawasan Samudra Pasifik, sementara aktivitas badai di wilayah Atlantik mengalami penurunan.

Kehadiran data beresolusi tinggi dari armada satelit Sentinel-6 memberi peringatan dini yang lebih akurat bagi otoritas penanggulangan bencana di berbagai negara pesisir untuk memitigasi dampak banjir rob, gelombang pasang, dan terjangan badai tropis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User