Gelandang naturalisasi Singapura, Kyoga Nakamura, menegaskan komitmen penuhnya untuk membela Tim Nasional Singapura di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain berusia 30 tahun yang lahir di Jepang ini mengaku terinspirasi oleh legenda Barcelona, Andres Iniesta, dan siap menghadapi Indonesia serta negara-negara kuat lainnya di turnamen tersebut. Dalam wawancara eksklusif dengan FIFA, Nakamura menyampaikan keinginan besarnya untuk memberikan yang terbaik bagi negara barunya.
Kisah Nakamura sendiri merupakan perjalanan luar biasa dari seorang pemuda Jepang yang kehilangan orang-orang terkasihnya di masa kecil hingga menjadi pilar penting timnas Singapura. Lahir di Funabashi, Prefektur Chiba, pada 25 April 1996, Nakamura memulai kariernya di akademi JEF United Chiba sebelum merantau ke berbagai klub Jepang termasuk YSCC Yokohama dan FC Ryukyu. Namun, takdirnya berubah drastis ketika ia hijrah ke Singapura pada 2019 untuk bergabung dengan Albirex Niigata Singapore.
Jalur Panjang Menuju Kewarganegaraan Singapura
Perjalanan Nakamura meraih kewarganegaraan Singapura bukanlah hal yang instan. Setelah enam tahun tinggal dan berkarier di negara kota tersebut, ia akhirnya resmi menjadi warga negara Singapura pada 25 Oktober 2024. Proses ini mengharuskannya melepaskan kewarganegaraan Jepang, mengingat kedua negara tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda untuk orang dewasa.
"Saya sangat senang dan ingin memberikan lebih banyak energi kepada para penggemar di pertandingan berikutnya dengan hasil yang baik," ujar Nakamura seusai laga melawan Indonesia di Jalan Besar Stadium. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas sambutan luar biasa dari suporter Singapura yang menyanyikan lagu kebangsaan Majulah Singapura dan lagu favorit Hari Nasional "Home" di lapangan.
Keputusan Nakamura untuk membela Singapura bukan sekadar soal karier profesional. Ia telah memulai keluarga di negara tersebut dan merasa memiliki ikatan emosional yang mendalam. Dalam ajang AFC Asian Cup 2027, Nakamura turut menjadi bagian dari sejarah Singapura yang lolos ke turnamen tersebut untuk pertama kalinya sejak 1984.
"Setiap kali saya mencetak gol, perayaan gol saya didedikasikan untuk mereka. Saya ingin mereka tahu bahwa saya tidak pernah melupakan mereka, dan saya kini mewujudkan impian mereka menjadi pesepak bola profesional."
Inspirasi dari Andres Iniesta
Nakamura secara terbuka mengakui bahwa Andres Iniesta adalah idola dan inspirasi utamanya dalam bermain sepak bola. Gaya bermain gelandang Barcelona dan Timnas Spanyol ini telah menjadi model bagi Nakamura sejak ia masih muda. Sebagai seorang self-professed fan Iniesta, Nakamura mengadaptasi filosofi permainan yang sama — mengutamakan kreativitas, visi bermain, dan kemampuan menciptakan peluang bagi rekan setim.
Mirip dengan Iniesta yang dikenal sebagai "midfield maestro," Nakamura juga beroperasi di posisi yang sama. Awalnya bermain sebagai nomor 10, ia kini mengemban peran gelandang sentral yang bertanggung jawab mengatur ritme permainan Singapura. Kemampuannya dalam mengoper bola, membaca permainan, dan memberikan assist menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh di timnas.
Kecintaan Nakamura terhadap gaya bermain Iniesta juga tercermin dari impiannya untuk bermain di liga-liga Eropa. "Selalu menjadi impian saya untuk bermain di Champions League. Saya berharap suatu hari nanti saya bisa bermain sepak bola profesional di luar negeri — semoga di La Liga Spanyol!" ujar Nakamura dengan antusias.
Perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026
Di panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Nakamura dan Singapura menunjukkan performa yang mengesankan. Singapura finis sebagai runner-up Grup A dengan koleksi 2 kemenangan dan 2 seri, mengumpulkan 8 poin dari 4 pertandingan. Hasil ini memastikan tiket Singapura ke babak semifinal untuk menghadapi Thailand, juara bertahan dan rekor tujuh kali juara turnamen.
Namun, perjalanan Nakamura di turnamen ini sempat terganggu. Ia harus absen di pertandingan terakhir grup melawan Indonesia karena menjalani suspensi akumulasi kartu kuning. Ketiadaannya di lapangan terasa, namun rekan-rekan setimnya berhasil menahan imbang Indonesia 1-1 dan tetap lolos.
"Suspensi ini sangat membuat saya frustasi. Lebih frustasi daripada jika saya bermain. Tapi saya sangat percaya pada tim. Kami memiliki kualitas. Saya hanya datang untuk menonton. Saya harus berterima kasih kepada para penggemar. Di lapangan, saya merasakan energi dan semangat mereka. Tapi di luar lapangan, bahkan di fanzone, saya melihat betapa gila semangat dan motivasi mereka — bahkan lebih dari kami para pemain!"
Nakamura memastikan akan kembali dengan motivasi yang berlipat gula untuk pertandingan semifinal. "Kegagalan ini, tetapi juga energi besar ini, akan saya bawa ke pertandingan berikutnya. Karena saya tidak bisa berkontribusi di pertandingan terakhir, saya akan memastikan untuk berkontribusi kali ini," tegasnya.
Siap Hadapi Thailand dan Lawan Kuat Lainnya
Meskipun Singapura dianggap sebagai underdog menghadapi Thailand di semifinal, Nakamura yakin timnya memiliki kekuatan untuk melangkah lebih jauh. Pengalamannya bermain di Thai League 1 bersama Bangkok United pada paruh kedua musim 2025 memberinya pengetahuan mendalam tentang gaya bermain tim-tim Thailand.
"Kami memahami mereka memiliki kualitas — secara individu dan sebagai tim. Pemain-pemain yang sangat bagus. Tapi kekuatan kami datang sebagai tim — disiplin, segala sesuatu yang kami lakukan, kami lakukan 100 persen. Itu adalah kekuatan kami. Dan jika kami bisa melampaui 100 persen, kami bisa melakukannya," ujar Nakamura dengan penuh keyakinan.
Nakamura juga menekankan pentingnya memperlakukan setiap pertandingan seperti final. "Setiap pertandingan kami mainkan seperti final — melawan Kamboja, Timor-Leste, Indonesia ... jadi tidak masalah siapa lawannya. Kami akan berusaha sebaik mungkin dan melakukan yang terbaik yang kami bisa," tambahnya.
| Statistik Kyoga Nakamura di Timnas Singapura | Angka |
|---|---|
| Kaps (per Agustus 2026) | 25 |
| Gol Internasional | 2 |
| Debut Resmi | 15 November 2024 vs Myanmar |
| Gol Pertama | 14 Desember 2024 vs Timor-Leste |
| Pencapaian Terbaik | Best XI ASEAN Championship 2024 |
Dengan segala pengalaman, tekad, dan inspirasi yang dimilikinya, Kyoga Nakamura siap menjadi motor penggerak Singapura di sisa perjalanan FIFA ASEAN Cup 2026. Bagi pemain yang pernah kehilangan sahabat dan sepupunya di usia muda, setiap pertandingan adalah kesempatan untuk mewujudkan mimpi mereka yang telah tiada — menjadi pesepak bola profesional yang menginspirasi jutaan orang.
Comments (0)