Muzani: Kopdes Merah Putih Berakar dari Pemikiran Bung Hatta

BARU SAJA — Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan program Koperasi Desa Merah Putih bukan kebijakan dadakan. Gagasan itu disebut berakar kuat pada pemikiran Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta,...

Aug 07, 2026 - 18:49
0 0
Muzani: Kopdes Merah Putih Berakar dari Pemikiran Bung Hatta

BARU SAJA — Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan program Koperasi Desa Merah Putih bukan kebijakan dadakan. Gagasan itu disebut berakar kuat pada pemikiran Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, sang Bapak Koperasi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Muzani saat membahas arah ekonomi kerakyatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo sejak lama mendalami secara serius gagasan-gagasan Hatta soal koperasi, keadilan ekonomi, dan pemerataan kesejahteraan rakyat.

"Beliau mendalami betul pemikiran Bung Hatta," kata Muzani. Kedalaman itu, lanjutnya, kini tercermin langsung dalam desain kebijakan koperasi desa yang digulirkan pemerintah ke seluruh penjuru Tanah Air.

Jejak Pemikiran Bung Hatta

Bagi Muzani, jejak Hatta dalam ekonomi nasional tidak bisa dihapus begitu saja. Hatta meletakkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa. Prinsip itu diabadikan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Ayat pertama pasal itu berbunyi tegas: perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Rumusan tersebut, kata Muzani, menjadi kompas agar ekonomi Indonesia tidak terseret arus liberalisme maupun sentralisme.

Hatta menuangkan gagasannya secara sistematis dalam buku Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun pada 1951. Ia menegaskan koperasi bukan sekadar badan usaha. Koperasi adalah alat pemerataan sekaligus benteng melawan konsentrasi modal di segelintir pihak.

Gelar Bapak Koperasi Indonesia sendiri disematkan kepada Hatta pada Kongres Koperasi di Bandung tahun 1953. Ekonom lulusan Rotterdam itu memang menulis dan mengkampanyekan koperasi sejak usia muda, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Semangat itulah yang menurut Muzani kini dihidupkan kembali. Pemerintah ingin koperasi kembali menjadi tulang punggung ekonomi rakyat, bukan sekadar pelengkap belaka.

Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban

Program Koperasi Desa Merah Putih menargetkan puluhan ribu koperasi aktif di seluruh penjuru negeri. Setiap desa didorong memiliki satu koperasi yang dikelola mandiri oleh warganya sendiri.

KONFIRMASI: Pemerintah membidik sekitar 80 ribu koperasi desa berdiri melalui program ini. Peresmian perdana dilakukan Presiden Prabowo di Klaten, Jawa Tengah, pada Juli lalu, menandai dimulainya gerakan koperasi desa secara nasional.

Koperasi ini dirancang menjalankan beragam unit usaha. Mulai dari simpan pinjam, pengelolaan hasil pertanian, distribusi sembako, hingga layanan logistik desa.

Sasarannya jelas. Memutus rantai tengkulak. Menekan biaya distribusi. Menjaga harga hasil bumi tetap adil bagi petani.

Setiap koperasi mendapat akses pembiayaan hingga Rp3 miliar melalui skema pinjaman perbankan pelat merah. Dana itu diprioritaskan untuk membangun unit usaha produktif seperti gudang pangan, toko kelontong, klinik desa, hingga fasilitas penyimpanan dingin hasil pertanian.

Sejumlah kementerian dilibatkan lintas sektor. Mulai dari Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, hingga lembaga pembiayaan negara. Semua bergerak dalam satu komando agar pembentukan koperasi berjalan serentak dan terukur.

UPDATE: Pemerintah menyiapkan dukungan permodalan, pendampingan, dan digitalisasi. Tujuannya memastikan koperasi desa tidak berhenti di atas kertas.

Selaras dengan Asta Cita

Muzani menilai Kopdes Merah Putih selaras dengan visi besar Asta Cita. Terutama cita-cita membangun ekonomi dari desa serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Desa, kata dia, tidak boleh terus menjadi objek pembangunan. Desa harus naik kelas menjadi subjek yang ikut menggerakkan roda ekonomi nasional.

Program ini juga diproyeksikan menyerap jutaan tenaga kerja di pedesaan. Anak-anak muda desa diharap tidak lagi harus merantau ke kota hanya untuk mencari penghidupan yang layak.

Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola. Pengelolaan koperasi wajib transparan dan akuntabel. Tanpa itu, cita-cita besar ini bisa berhenti di tengah jalan.

Pesan untuk Generasi Muda

Muzani mengajak generasi muda membaca ulang karya-karya Hatta. Menurutnya, gagasan sang proklamator justru makin relevan di tengah kesenjangan ekonomi yang terjadi saat ini.

Koperasi, lanjutnya, adalah jalan tengah yang terbukti berhasil di banyak negara. Indonesia tinggal mengeksekusinya dengan serius, konsisten, dan berkelanjutan.

"Kalau koperasi desa hidup, ekonomi rakyat ikut hidup," ujarnya. Ia optimistis program ini mampu mengubah wajah ekonomi pedesaan dalam beberapa tahun ke depan.

PERKEMBANGAN: Hingga kini pembentukan koperasi terus berjalan bertahap di berbagai provinsi. Pemerintah meminta kepala desa aktif melibatkan warga sejak tahap perencanaan agar koperasi lahir dari kebutuhan nyata, bukan sekadar memenuhi target administrasi.

Evaluasi berkala juga disiapkan. Setiap koperasi dipastikan benar-benar berjalan dan memberi manfaat langsung bagi warga desa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User