MTrans Bantah Klakson Suara Jokowi, Sebut Video Editan
BARU SAJA – PO MTrans secara resmi membantah keras kabar yang menyebut armada busnya menggunakan klakson dengan suara mirip Presiden Joko Widodo yang berbunyi 'saya akan lawan'. Klarifikasi ini disa...
BARU SAJA – PO MTrans secara resmi membantah keras kabar yang menyebut armada busnya menggunakan klakson dengan suara mirip Presiden Joko Widodo yang berbunyi 'saya akan lawan'. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Humas MTrans setelah video tersebut viral di media sosial dalam beberapa jam terakhir.
Perusahaan otobus tersebut menegaskan bahwa video yang beredar luas itu diduga kuat merupakan hasil rekayasa digital atau editan. Pihak MTrans mengaku tidak pernah menginstalasi atau memprogram klakson semacam itu pada unit bus mana pun.
Klarifikasi Resmi MTrans
Humas MTrans, dalam pernyataan resminya, menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan internal menyeluruh. Hasilnya, tidak ada satu pun unit bus yang memiliki fitur klakson dengan rekaman suara tokoh publik.
- MTrans menegaskan video tersebut tidak sesuai fakta lapangan
- Pihak perusahaan sudah memeriksa seluruh armada di pool dan jalur operasional
- Klarifikasi disampaikan untuk mencegah kesalahpahaman publik
- Perusahaan berencana mengambil langkah hukum jika video editan terus disebar
Menurut keterangan Humas, video yang viral itu memperlihatkan sebuah bus dengan livery khas MTrans. Namun, setelah dianalisis lebih detail, terdapat kejanggalan pada audio dan sinkronisasi gerakan bus.
Kronologi Viral Video
Video berdurasi sekitar 30 detik itu pertama kali muncul di platform media sosial pada Rabu malam. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara klakson yang diikuti kalimat 'saya akan lawan' dengan intonasi menyerupai Presiden Jokowi.
Unggahan itu langsung menyebar cepat dan memicu beragam reaksi warganet. Beberapa akun mengaitkannya dengan situasi politik terkini, sementara yang lain mempertanyakan keaslian rekaman tersebut.
Namun, MTrans menegaskan bahwa suara tersebut bukan berasal dari klakson asli armada mereka. Pihak perusahaan menduga ada pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja mengedit video untuk tujuan tertentu.
Pernyataan Humas MTrans
Humas MTrans menyatakan, "Kami mengutuk keras penyebaran konten palsu ini. Ini merugikan reputasi perusahaan dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Kami sudah mengumpulkan bukti dan akan berkoordinasi dengan aparat."
Perusahaan juga mengimbau kepada publik agar tidak mudah percaya pada konten yang belum terverifikasi kebenarannya. MTrans meminta semua pihak untuk melakukan cross-check sebelum menyebarkan informasi.
Potensi Tindakan Hukum
MTrans mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk melaporkan pembuat dan penyebar video editan tersebut ke polisi. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap nama baik perusahaan.
- Laporan polisi akan diajukan dalam waktu dekat
- Perusahaan telah menyimpan arsip video asli sebagai pembanding
- MTrans juga akan meminta platform media sosial untuk menurunkan konten tersebut
- Tim hukum internal sedang menyusun kronologi lengkap
Sejumlah saksi mata di lapangan juga telah diwawancarai oleh manajemen MTrans. Mereka menyatakan tidak pernah mendengar suara klakson seperti yang ada di video viral tersebut selama bertugas.
Imbauan untuk Publik
Peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang bahaya penyebaran informasi palsu di era digital. MTrans mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan membagikan konten.
Perusahaan juga membuka saluran pengaduan bagi siapa pun yang menemukan kejanggalan serupa di lapangan. MTrans berjanji akan merespons cepat setiap laporan yang masuk.
Hingga berita ini diturunkan, video asli yang menjadi sumber editan belum berhasil dilacak oleh tim internal MTrans. Namun, perusahaan optimis dengan bantuan aparat, pelaku dapat segera diidentifikasi.
Perkembangan kasus ini akan terus diupdate seiring dengan proses penyelidikan yang berjalan. MTrans memastikan transparansi penuh kepada publik dan media.
Comments (0)