Sep 17, 2026
Nasional

Mirae Asset Ungkap Saham Rokok Tertekan Kebijakan Cukai Menkeu Baru

JAKARTA, Beritatercepat.com — Kinerja pergerakan saham emiten rokok di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berada di bawah tekanan sentimen pasar modal. Pelem

Mirae Asset Ungkap Saham Rokok Tertekan Kebijakan Cukai Menkeu Baru

JAKARTA, Beritatercepat.com — Kinerja pergerakan saham emiten rokok di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berada di bawah tekanan sentimen pasar modal. Pelemahan ini dipicu oleh ekspektasi para pelaku pasar terhadap arah kebijakan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang akan dirumuskan oleh jajaran Menteri Keuangan (Menkeu) baru dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kronologi Sentimen dan Tekanan Kebijakan Fiskal

Tekanan terhadap emiten tembakau terbentuk dari akumulasi kekhawatiran investor mengenai kesinambungan margin profitabilitas emiten di tengah target penerimaan negara yang tinggi. Berikut urutan faktor yang memengaruhi dinamika pasar:

  1. Transisi Kepemimpinan Fiskal: Masuknya kabinet dan figur baru di Kementerian Keuangan memicu spekulasi terkait agresivitas penyesuaian tarif cukai demi mengamankan target pendapatan negara.
  2. Kekhawatiran Penyesuaian Tarif CHT: Pelaku pasar mengantisipasi potensi kelanjutan kenaikan cukai rokok berkala yang secara historis langsung membebani struktur biaya produsen.
  3. Tekanan Daya Beli Masyarakat: Kenaikan harga eceran rokok berisiko mempercepat penurunan volume penjualan akibat daya beli masyarakat kelas menengah-bawah yang belum pulih sepenuhnya.

Analisis Mirae Asset: Pasar Wait and See Kebijakan CHT

Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa ketidakpastian regulasi cukai menjadi batu sandungan utama bagi performa harga saham sektor tembakau, seperti PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

"Pelaku pasar masih bersikap hati-hati dan mengamati arah kebijakan fiskal Menkeu baru. Kenaikan tarif cukai tembakau yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir telah menekan margin laba emiten secara signifikan," ungkap Rully.

Menurut Rully, emiten rokok golongan satu menghadapi dilema ganda. Jika emiten menaikkan harga jual produk (pass-through) secara penuh ke konsumen, volume penjualan akan terkoreksi tajam. Sebaliknya, jika emiten menahan kenaikan harga, beban cukai akan langsung menggerus margin laba bersih mereka.

Fenomena Downtrading dan Ancaman Rokok Ilegal

Selain beban regulasi, industri hasil tembakau di tanah air saat ini bergulat dengan pergeseran pola konsumsi masyarakat yang kian nyata. Beberapa tantangan struktural yang dihadapi emiten meliputi:

  • Fenomena Downtrading: Konsumen cenderung beralih membeli produk rokok golongan dua atau tiga dengan harga lebih terjangkau, memangkas pangsa pasar emiten besar golongan satu.
  • Peredaran Rokok Ilegal: Kesenjangan harga akibat tingginya cukai menyuburkan peredaran rokok tanpa pita cukai, yang secara langsung merugikan industri rokok legal dan mengurangi penerimaan negara.
  • Kenaikan Biaya Bahan Baku: Volatilitas harga cengkih dan tembakau menambah beban operasional pabrikan di tengah pembatasan ruang kenaikan harga jual.

Mirae Asset Sekuritas menyarankan investor untuk tetap mencermati rilis resmi kebijakan tarif CHT tahun mendatang sebelum mengambil posisi agresif pada saham-saham tembakau. Diversifikasi portofolio ke sektor konsumer nonsiklikal lainnya dinilai menjadi langkah mitigasi risiko yang lebih terukur dalam jangka pendek hingga menengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User