Sep 18, 2026
Hukum

Milisi Houthi Gempur Bab al-Mandab, Jalur Perdagangan Global Terancam Lumpuh

RIYADH — Eskalasi konflik di Yaman kembali memasuki fase kritis setelah milisi Houthi yang didukung Iran melancarkan serangkaian serangan baru ke wilayah s

Milisi Houthi Gempur Bab al-Mandab, Jalur Perdagangan Global Terancam Lumpuh

RIYADH — Eskalasi konflik di Yaman kembali memasuki fase kritis setelah milisi Houthi yang didukung Iran melancarkan serangkaian serangan baru ke wilayah selatan Arab Saudi. Manuver militer tersebut berlangsung bersamaan dengan operasi ofensif besar-besaran yang ditujukan untuk merebut kendali penuh atas Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur choke-point maritim paling vital di dunia.

Pihak koalisi pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa rentetan serangan proyektil dan drone menyasar fasilitas strategis di perbatasan selatan kerajaan. Serangan terkoordinasi ini dinilai sebagai upaya Houthi untuk memperluas jangkauan operasional sekaligus mengalihkan fokus pertahanan koalisi dari kawasan pesisir barat Yaman.

Kronologi Peningkatan Ofensif di Kawasan Pesisir

Ketegangan militer di sekitar perairan barat Yaman telah berkembang secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir, sebagaimana tergambar dalam urutan peristiwa berikut:

  1. Mobilisasi Pasukan Pesisir: Milisi Houthi mengonsolidasikan persenjataan berat dan unit artileri ke arah barat daya untuk mendekati zona penyangga Bab al-Mandab.
  2. Peluncuran Serangan Lintas Batas: Gelombang serangan rudal dan drone menyasar titik-titik pertahanan di wilayah selatan Arab Saudi guna menekan kesiapan logistik koalisi.
  3. Penetrasi Jalur Navigasi Maritim: Upaya penetrasi militer di wilayah pesisir mulai mengancam koridor pelayaran komersial internasional yang melintasi Laut Merah dan Teluk Aden.

Posisi Tawar Kuat di Meja Perundingan

Penguasaan atas Selat Bab al-Mandab dipandang bukan sekadar kemenangan taktis militer di medan perang darat, melainkan instrumen geopolitik bernilai tinggi. Selat sempit ini merupakan gerbang utama yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Merah menuju Terusan Suez, tempat melintasnya jutaan barel minyak mentah dan komoditas global setiap harinya.

Pakar Timur Tengah dari New America Foundation, Adam Baron, menegaskan bahwa kemampuan mendisrupsi lalu lintas maritim memberikan pengaruh tawar-menawar yang luar biasa besar bagi kelompok pemberontak.

"Jika kedua kubu atau faksi mampu mengganggu pelayaran maritim, baik di Laut Merah maupun di kawasan Teluk, situasi ini akan menjadi sarana tekanan (leverage) yang sangat masif untuk memaksakan resolusi konflik sesuai kepentingan mereka," ungkap Adam Baron dalam wawancara bersama FRANCE 24.

Implikasi terhadap Keamanan Energi dan Pelayaran Global

Ancaman blokade atau gangguan terhadap kapal-kapal tanker internasional di Bab al-Mandab berpotensi memicu lonjakan premi asuransi pelayaran dan memaksa kapal kargo memutar rute melewati Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Kondisi tersebut tidak hanya menambah biaya logistik secara signifikan, tetapi juga memicu ketidakpastian pasokan energi di pasar global.

Koalisi pimpinan Saudi kini memperketat patroli laut dan sistem pertahanan udara guna menangkal potensi serangan lanjutan. Komunitas internasional terus menyerukan deeskalasi segera guna mencegah krisis kemanusiaan dan ekonomi yang kian parah di kawasan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User