Menteri LH Ungkap Potensi Perdagangan Karbon di TPST Bantargebang

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat memaparkan peluang ekonomi yang sangat besar dari perdagangan karbon di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jaw

Jul 08, 2026 - 04:53
0 0
Menteri LH Ungkap Potensi Perdagangan Karbon di TPST Bantargebang

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat memaparkan peluang ekonomi yang sangat besar dari perdagangan karbon di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Dalam kesempatan yang berlangsung di Jakarta, Jumhur memperkirakan potensi pendapatan yang bisa diraup dari mekanisme ini mencapai angka ratusan miliar rupiah. Keterangan tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran buku berjudul Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/7/2026).

Menurut Jumhur, perdagangan karbon bukan sekadar wacana, melainkan peluang nyata yang harus segera dimanfaatkan oleh Indonesia. Dengan hamparan hutan tropis yang sangat luas, Indonesia memiliki peran strategis sebagai paru-paru dunia, yang menjadikannya pemasok oksigen dan penyerap karbon dioksida secara signifikan. Konsep offset karbon, di mana negara atau perusahaan membayar kompensasi atas emisi yang mereka hasilkan dengan melindungi atau merehabilitasi hutan di Indonesia, dapat menjadi sumber pendapatan baru yang luar biasa.

"All of a sudden kita itu sekarang bisa punya uang ribuan triliun karena kita sebagai penyuplai oksigen dunia. Jadi hutan dikaveling, di-offset, ada dana di situ."

Pernyataan tersebut menekankan bahwa potensi finansial dari perdagangan karbon bisa mencapai ribuan triliun rupiah, jauh melebihi proyeksi awal dari TPST Bantargebang. Konsep "kaveling hutan" yang dimaksud adalah pembagian area hutan dalam unit-unit tertentu yang kemudian dijual jasa penyerapan karbonnya kepada pihak asing maupun domestik yang ingin menyeimbangkan jejak karbon mereka. Dengan mekanisme yang tepat, dana yang mengalir dapat digunakan untuk konservasi hutan, pemberdayaan masyarakat, dan pembiayaan program lingkungan lainnya.

Jumhur juga menekankan pentingnya menyosialisasikan gagasan ini kepada generasi muda, agar mereka memahami bahwa kekayaan alam Indonesia bukan hanya sumber daya fisik seperti mineral dan hasil hutan, melainkan juga jasa ekosistem yang kini bisa dikapitalisasi melalui pasar karbon global. Peluncuran buku "Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z" menjadi momentum yang pas untuk menyuarakan hal ini, mengingat generasi Z akan menjadi penggerak utama dalam masa depan ekonomi hijau. Laporan kami akan terus memantau perkembangan rencana ambisius ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User