Sep 17, 2026
Hukum

Menteri Keuangan AS Scott Bessent Dicecar DPR Terkait Kebijakan Ekonomi

WASHINGTON — Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent dijadwalkan hadir memberikan kesaksian resmi di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS (House Fina

Menteri Keuangan AS Scott Bessent Dicecar DPR Terkait Kebijakan Ekonomi

WASHINGTON — Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent dijadwalkan hadir memberikan kesaksian resmi di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS (House Financial Services Committee) pada Selasa waktu setempat. Pemanggilan ini dilakukan guna meninjau stabilitas sistem keuangan nasional di tengah memanasnya evaluasi terhadap agenda ekonomi Presiden Donald Trump, eskalasi geopolitik di Timur Tengah, serta ketegangan perang tarif global.

Pemeriksaan mendalam ini berlangsung pada momentum krusial, di mana pasar keuangan global tengah mencermati pergerakan imbal hasil (yield) obligasi Departemen Keuangan AS bertenor 10 tahun, pembengkakan defisit anggaran federal, dan krisis keterjangkauan biaya hidup (affordability) yang diprediksi menjadi isu sentral menjelang pemilu sela (midterm elections).

Daftar Tekanan Ekonomi yang Menjadi Fokus Utama Parlemen

Dalam agenda dengar pendapat tersebut, anggota parlemen dari kedua kubu politik berfokus pada serangkaian guncangan ekonomi domestik dan internasional. Berikut adalah urutan fokus pembahasan yang diarahkan kepada Bessent:

  1. Dampak Perang Tarif Baru: Kebijakan proteksionisme terbaru Presiden Trump, termasuk penetapan tarif dagang terhadap mitra strategis seperti Kanada, yang dinilai berisiko memicu inflasi impor.
  2. Fluktuasi Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun: Kenaikan imbal hasil surat utang negara yang menaikkan biaya pinjaman bagi sektor korporasi serta kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat.
  3. Tekanan Geopolitik dan Konflik Iran: Efek rambatan konflik bersenjata terhadap stabilitas pasokan minyak mentah dunia dan volatilitas komoditas global.
  4. Defisit Fiskal yang Membengkak: Kekhawatiran mengenai proyeksi utang nasional di tengah rencana pemangkasan pajak dan pembiayaan program federal.

Sorotan Terhadap Perang Tarif dan Tekanan Inflasi

Kebijakan proteksionis perdagangan yang kembali digencarkan oleh Presiden Trump menjadi materi perdebatan paling tajam. Anggota parlemen mempertanyakan apakah penetapan tarif tinggi kepada mitra dagang utama seperti Kanada justru akan membebankan konsumen Amerika melalui kenaikan harga barang pokok.

"Kami memerlukan kejelasan dan kepastian strategi dari Departemen Keuangan mengenai bagaimana melindungi daya beli masyarakat di tengah gelombang tarif baru dan risiko eskalasi konflik global," demikian salah satu poin sorotan anggota komite.

Kekhawatiran tersebut beralasan mengingat lonjakan tarif berpotensi membalikkan tren penurunan inflasi yang telah dicapai bank sentral. Jika tekanan inflasi kembali menguat, The Federal Reserve dikhawatirkan akan menahan suku bunga acuan di level tinggi lebih lama, yang pada akhirnya memperlambat laju ekspansi ekonomi.

Defisit Anggaran dan Kecemasan Publik Jelang Pemilu Sela

Selain sektor perdagangan luar negeri, parlemen menaruh perhatian besar terhadap kemampuan fiskal pemerintah federal. Pembengkakan defisit anggaran di bawah proyeksi kebijakan belanja saat ini dinilai dapat membatasi fleksibilitas pemerintah dalam menghadapi potensi perlambatan ekonomi di masa depan.

Dengan mendekatnya pemilu sela, isu biaya hidup dan keterjangkauan harga menjadi pertaruhan elektoral yang sangat sensitif. Scott Bessent dituntut meyakinkan para legislator bahwa strategi deregulasi dan kebijakan fiskal yang diusung pemerintahan Trump mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional tanpa mengorbankan stabilitas jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User