JAKARTA — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan satu hal: Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Pusat harus lebih produktif. Tidak ada ruang untuk kerja setengah hati.
Penegasan itu disampaikan Yandri dalam arahannya kepada jajaran TAPM Pusat. Ia meminta seluruh tenaga ahli bergerak cepat. Targetnya jelas: percepatan pembangunan desa di seluruh Indonesia.
Yandri menilai peran TAPM sangat strategis. Mereka adalah jembatan antara kebijakan kementerian dan kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, kualitas kerja mereka menentukan keberhasilan program desa.
TAPM Diminta Turun Langsung ke Lapangan
Yandri menekankan pentingnya kehadiran TAPM di tengah masyarakat. Tenaga ahli tidak boleh hanya bekerja dari balik meja. Mereka wajib memahami persoalan desa secara langsung.
Menurutnya, data dan laporan saja tidak cukup. Dibutuhkan sentuhan nyata di lapangan. Pendampingan yang intensif akan membuat program pembangunan berjalan tepat sasaran.
Ia juga mengingatkan soal akuntabilitas. Setiap rupiah yang digelontorkan ke desa harus berdampak. TAPM bertugas memastikan hal itu benar-benar terjadi.
Fokus pada Program Prioritas Desa
Sejumlah program prioritas menjadi perhatian utama. Di antaranya penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ketahanan pangan, dan pengembangan desa wisata. Semua membutuhkan pendampingan serius.
Yandri menyebut BUMDes sebagai motor ekonomi desa. Namun banyak BUMDes yang masih tertatih. Di sinilah peran TAPM dibutuhkan untuk memberikan asistensi dan pendampingan manajemen.
Sektor pangan juga masuk radar. Desa diminta menjadi lumbung pangan nasional. TAPM diharapkan membantu petani desa meningkatkan produktivitas dan akses pasar.
Desa wisata tak luput dari perhatian. Potensi wisata di ribuan desa belum tergarap optimal. Pendampingan tata kelola menjadi kunci mengubah potensi menjadi pendapatan nyata.
Kontribusi Nyata untuk Pembangunan Desa
Yandri menegaskan bahwa kontribusi TAPM harus terukur. Setiap tenaga ahli diminta memiliki target kerja yang jelas. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala.
Ia ingin TAPM Pusat menjadi motor penggerak inovasi. Gagasan segar dari para tenaga ahli sangat dinanti. Terobosan kecil pun berarti jika berdampak bagi warga desa.
Kolaborasi juga menjadi kata kunci. TAPM Pusat diminta bersinergi dengan pendamping desa di daerah. Koordinasi yang solid akan mempercepat penyelesaian masalah di lapangan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital ikut didorong. Data desa yang akurat memudahkan perumusan kebijakan. TAPM diharapkan membantu digitalisasi tata kelola pemerintahan desa.
Desa sebagai Tulang Punggung Pembangunan Nasional
Yandri kembali mengingatkan posisi strategis desa. Lebih dari 70 ribu desa menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Kemajuan desa berarti kemajuan Indonesia secara keseluruhan.
Ia optimistis target desa mandiri bisa dicapai. Syaratnya, semua pihak bekerja keras dan produktif. TAPM Pusat berada di garda terdepan upaya tersebut.
Di akhir arahannya, Yandri memompa semangat jajarannya. Ia meminta seluruh tenaga ahli bekerja dengan hati. Dedikasi untuk desa harus menjadi komitmen bersama.
Dengan langkah ini, kementerian berharap pembangunan desa makin bergairah. Karya nyata TAPM Pusat kini dinanti jutaan warga desa di seluruh Tanah Air.
Comments (0)