Megawati Soroti Relevansi Solidaritas Asia-Afrika di Tengah Geopolitik Memanas
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Megawati Soekarnoputri menegaskan semangat Konferensi Asia-Afrika justru kian vital di tengah memanasnya tensi geopolitik global. Pernyataan itu meluncur dalam sebuah semin...
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Megawati Soekarnoputri menegaskan semangat Konferensi Asia-Afrika justru kian vital di tengah memanasnya tensi geopolitik global. Pernyataan itu meluncur dalam sebuah seminar eksklusif yang digelar di Sekolah Partai, kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Warisan Bandung dalam Pusaran Konflik Baru
Presiden kelima Republik Indonesia itu tampil sebagai pembicara utama. Ia mengupas tajam bagaimana prinsip-prinsip Dasasila Bandung yang lahir hampir tujuh dekade silam tetap menjadi kompas moral. Krisis multidimensi yang mengguncang berbagai belahan dunia, menurutnya, menuntut negara-negara Selatan untuk kembali merapatkan barisan.
Megawati menyebut fragmentasi global kian nyata. Blok-blok kekuatan besar saling tarik-menarik kepentingan. Negara berkembang kerap menjadi korban. Dalam skenario semacam ini, solidaritas bukan lagi sekadar romantisme masa lalu, melainkan kebutuhan strategis.
- Dasasila Bandung ditegaskan sebagai fondasi perjuangan kolektif
- Krisis pangan dan energi dipetakan sebagai ancaman langsung bagi negara Asia-Afrika
- Perlawanan terhadap neo-kolonialisme ekonomi menjadi benang merah pemaparan
Kemandirian dan Martabat Kolektif
Ketua Umum PDI Perjuangan itu menyuarakan kegelisahan mendalam soal merosotnya penghormatan terhadap kedaulatan bangsa-bangsa kecil. Ia menekankan bahwa kemandirian di sektor pangan, energi, dan keuangan merupakan tameng nyata. Seminar bertajuk "Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini" itu berlangsung dinamis dengan partisipasi kader serta akademisi.
Diskusi berjalan interaktif. Megawati kerap melempar pertanyaan reflektif kepada audiens. Ia mengajak peserta untuk tidak terjebak dalam nostalgia, melainkan menerjemahkan ulang nilai-nilai Konferensi Asia-Afrika 1955 ke dalam strategi kontemporer.
Panggilan untuk Bertindak
Sekolah Partai di Lenteng Agung menjadi saksi bagaimana pemikiran geopolitik diurai secara lugas. Megawati mendesak lahirnya inisiatif-inisiatif baru. Kerja sama Selatan-Selatan dinilai perlu diperkuat dengan platform ekonomi dan diplomasi yang lebih solid.
- PDI Perjuangan didorong mengarusutamakan isu solidaritas Global South
- Pemerintah diingatkan agar konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif
- Generasi muda diajak melek geopolitik sebagai benteng kedaulatan bangsa
Acara ini menjadi penanda bahwa di tengah hiruk-pikuk politik domestik, perhatian terhadap tatanan dunia tetap menjadi concern serius. Pesan Megawati jelas: krisis geopolitik kontemporer hanya bisa dijawab dengan persatuan dan keberanian moral negara-negara bekas jajahan. Warisan Asia-Afrika bukan artefak sejarah, melainkan senjata perjuangan masa kini.
Comments (0)