Sep 18, 2026
Nasional

MANILA — Rodrigo Duterte Dilaporkan Lupa Ingatan Jelang Sidang ICC

Suasana politik dan hukum di Filipina kembali memanas seiring berhembusnya kabar mengejutkan mengenai kondisi kesehatan mantan Presiden Rodrigo Duterte. Pr

MANILA — Rodrigo Duterte Dilaporkan Lupa Ingatan Jelang Sidang ICC

Suasana politik dan hukum di Filipina kembali memanas seiring berhembusnya kabar mengejutkan mengenai kondisi kesehatan mantan Presiden Rodrigo Duterte. Pria yang pernah dikenal dengan kepemimpinannya yang keras dan tanpa kompromi tersebut dilaporkan mengalami penurunan daya ingat yang sangat signifikan. Di usianya yang telah menginjak masa senja, sang figur kontroversial yang dijuluki "The Punisher" ini dikabarkan kerap lupa pada hal-hal mendasar, termasuk gagal mengenali wajah dan mengingat nama pengacara pribadinya sendiri, justru di saat proses hukum internasional kian mendekat.

Rodrigo Duterte

Kondisi Kesehatan Memburuk di Tengah Bayang-Bayang Pengadilan

Kabar mengenai penurunan kondisi neurologis Duterte ini mencuat ke publik saat persiapan menghadapi tuduhan di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) memasuki fase krusial. Beberapa sumber yang dekat dengan lingkaran dalam mantan presiden mengungkapkan bahwa Duterte mengalami gangguan amnesia fungsional yang cukup parah, di mana memori jangka pendeknya terganggu secara dramatis.

"Ada momen di mana beliau menatap penasihat hukumnya sendiri dan bertanya dengan raut wajah bingung mengenai siapa sosok yang sedang duduk mendampinginya. Ini bukan sekadar sifat pelupa biasa akibat usia tua, melainkan penurunan fungsi kognitif yang memprihatinkan," ungkap salah satu sumber hukum di Manila.

Kondisi ini langsung memicu perdebatan sengit di tengah masyarakat Filipina maupun pemerhati hukum internasional. Para pendukungnya menegaskan bahwa mantan presiden yang menjabat periode 2016–2022 tersebut memang sudah terlalu rapuh untuk menjalani persidangan yang menguras fisik dan mental. Sebaliknya, para pengkritik serta aktivis hak asasi manusia menyikapi kabar ini dengan nada skeptis, mencurigai bahwa klaim medis tersebut merupakan bagian dari strategi pertahanan untuk menghindar dari jerat pertanggungjawaban hukum.

Rekam Jejak Kampanye Anti-Narkoba dan Relevansi Kasus ICC

Sebagaimana diketahui, Duterte dihadapkan pada tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan atas tindakan kerasnya dalam operasi pemberantasan narkoba yang dikenal sebagai "War on Drugs". Ribuan nyawa melayang dalam operasi yang dinilai berbagai lembaga internasional melanggar asas hukum dan Hak Asasi Manusia.

Berikut adalah perjalanan singkat perkembangan kasus hukum yang melibatkan Rodrigo Duterte:

Tahun Fase Peristiwa Keterangan / Data Kunci
2016 Peluncuran Kebijakan Duterte resmi menjabat dan memulai operasi perang melawan narkoba secara masif.
2018 Penyelidikan Awal ICC Jaksa ICC memulai analisis pendahuluan; Filipina merespons dengan menarik diri dari Statuta Roma.
2021 Otorisasi Investigasi Penuh Hakim ICC menyetujui penyidikan resmi atas dugaan pembunuhan di luar jalur hukum (extrajudicial killings).
2024–2025 Persiapan Sidang & Isu Medis Estimasi korban tewas mencapai 6.000 hingga 30.000 jiwa. Isu kepikunan Duterte mengemuka menjelang persidangan.

Dampak Hukum Terhadap Kelayakan Persidangan Internasional

Dalam rujukan hukum internasional, seorang terdakwa wajib memenuhi kriteria kecakapan mental dan fisik untuk dapat diadili secara sah di muka pengadilan (fit to stand trial). Merujuk pada aturan Statuta Roma, apabila seorang terdakwa tidak mampu memahami dakwaan atau tidak dapat memberikan instruksi yang jelas kepada tim pengacaranya akibat gangguan kognitif, majelis hakim dapat menangguhkan proses peradilan.

Para pakar hukum memperkirakan bahwa tim penasihat hukum Duterte akan memanfaatkan laporan medis ini untuk mengajukan penundaan. "Apabila terdakwa bahkan tidak mampu mengingat identitas pengacaranya sendiri, secara teknis ia diyakini sulit untuk membela hak-hak hukumnya secara efektif," terang seorang ahli hukum pidana internasional. Namun demikian, pihak ICC dipastikan tidak akan menerima klaim tersebut begitu saja dan bakal menerjunkan tim medis independen untuk memverifikasi apakah gangguan ingatan tersebut murni masalah kesehatan atau sekadar taktik penundaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User