BANYUASIN — Kemacetan parah melumpuhkan ruas Jalan Lintas Timur Sumatra penghubung Palembang menuju Jambi. Antrean kendaraan mengular di kawasan Air Batu, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kondisi darurat lalu lintas ini dilaporkan sudah berlangsung dua pekan tanpa penanganan tuntas.
Saksi mata di lokasi menyebut barisan kendaraan nyaris tidak bergerak. Antrean memanjang dari dua arah secara bersamaan. Waktu tempuh antar dua provinsi itu membengkak hingga berkali lipat.
Antrean Mengular Belasan Kilometer
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan mencapai belasan kilometer. Truk pengangkut logistik mendominasi barisan. Bus antarkota dan mobil pribadi ikut terjebak di tengah antrean.
Sejumlah pengemudi mengaku tertahan lebih dari sepuluh jam. Sebagian memilih mematikan mesin sambil menunggu. Sebagian lain nekat mencari jalur alternatif yang ternyata sama padatnya.
Situasi makin parah pada jam sibuk. Kendaraan dari arah Palembang dan Jambi saling berebut ruas jalan. Tidak ada ruang gerak tersisa di titik terparah.
Penyebab Kemacetan Teridentifikasi
Informasi yang dihimpun menyebut sejumlah faktor pemicu. Kerusakan badan jalan menjadi biang utama. Lubang besar memaksa kendaraan melambat hingga berhenti total.
Lebar jalan yang menyempit memperparah keadaan. Volume kendaraan berat yang melintas juga sangat tinggi. Truk bermuatan penuh kesulitan melewati titik rusak.
Petugas terpaksa memberlakukan sistem buka tutup satu lajur. Konsekuensinya, antrean memanjang di kedua sisi. Hujan yang mengguyur kawasan itu membuat kondisi jalan makin licin dan berlumpur.
Dampak Ekonomi Mulai Terasa
Kemacetan berkepanjangan ini memukul roda ekonomi. Distribusi kebutuhan pokok antar provinsi terganggu serius. Armada logistik terlambat sampai tujuan hingga berhari-hari.
Biaya operasional angkutan melonjak tajam. Solar terbuang percuma selama mesin menyala di antrean. Para sopir juga menanggung ongkos makan dan kebutuhan lain di jalan.
Pedagang di sekitar lokasi ikut merasakan dampak ganda. Sebagian meraup untung dari penjualan makanan kepada pengemudi. Namun pasokan barang dagangan mereka sendiri ikut tersendat.
Pelaku usaha khawatir kerugian terus membengkak. Jalur ini merupakan urat nadi perdagangan Sumatra bagian timur. Gangguan sekecil apa pun berdampak langsung ke harga barang di pasaran.
Petugas Siaga di Lapangan
Personel kepolisian dan dinas perhubungan dikerahkan ke titik macet. Mereka mengatur arus kendaraan secara bergantian. Rekayasa lalu lintas diberlakukan sejak kemacetan memburuk.
Petugas juga mengimbau pengemudi menyiapkan bekal dan bahan bakar cukup. Kendaraan kecil diarahkan mencari jalur tikus bila memungkinkan. Namun kapasitas jalur alternatif sangat terbatas.
Sejumlah warga sekitar turun tangan membantu mengatur antrean. Mereka bahu-membahu membuka celah agar kendaraan bisa bergerak. Tanpa peran serta warga, kondisi dipastikan lebih kacau.
Tuntutan Perbaikan Menggema
Para pengemudi dan warga menuntut langkah cepat pemerintah. Ruas ini berstatus jalan nasional. Kewenangan perbaikan berada di tangan pemerintah pusat.
Mereka meminta perbaikan permanen, bukan tambal sulam sesaat. Konstruksi jalan dinilai harus kuat menahan beban truk berat. Selama ini kerusakan sering kambuh di titik yang sama.
Desakan juga datang dari pelaku usaha logistik. Mereka meminta ada jalur darurat selama perbaikan berlangsung. Tanpa solusi cepat, kerugian ekonomi diprediksi terus naik.
Update Terkini
Hingga berita ini diturunkan, antrean masih terpantau padat. Belum ada konfirmasi resmi kapan arus lalu lintas kembali normal. Petugas masih bersiaga penuh di sepanjang titik rawan.
Pengguna jalan diimbau menunda perjalanan bila tidak mendesak. Informasi terbaru akan terus diperbarui. Pantau terus perkembangan situasi di kanal ini.
Comments (0)