LONDON, Beritatercepat.com — Juru bicara senior sekaligus penasihat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Allegra Stratton, resmi mengundurkan diri sambil berderai air mata pada Rabu malam waktu setempat. Langkah dramatis ini diambil beberapa jam setelah Perdana Menteri Boris Johnson menyampaikan permohonan maaf terbuka di hadapan parlemen terkait beredarnya video bocoran yang memperlihatkan staf Downing Street bercanda mengenai pesta Natal di tengah pemberlakuan karantina wilayah (lockdown) Covid-19.
Skandal yang kini dikenal publik Inggris sebagai isu pelanggaran protokol kesehatan di Downing Street No. 10 tersebut menuai gelombang kemarahan luas dari masyarakat, terutama keluarga korban pandemi yang kala itu dilarang berkumpul dengan orang terkasih.
Kronologi Terkuaknya Rekaman Rahasia
Krisis politik ini memuncak setelah stasiun televisi ITV News merilis rekaman gladi bersih konferensi pers internal yang direkam pada Desember 2020. Berikut urutan peristiwa yang berujung pada pengunduran diri tersebut:
- Desember 2020: Pemerintah Inggris memberlakukan pembatasan sosial ketat Kategori 3 di London, yang melarang keras pertemuan dalam ruangan antar-rumah tangga. Namun, sebuah acara santai diduga tetap digelar di Downing Street.
- Gladi Bersih Konferensi Pers: Rekaman video internal memperlihatkan staf perdana menteri menanyai Allegra Stratton mengenai kabar pesta tersebut. Stratton tertawa dan secara sarkastis menyebut acara fiktif itu sebagai "pertemuan bisnis" yang "sama sekali tidak menerapkan jaga jarak sosial."
- Desember 2021: Video gladi bersih tersebut bocor ke media massa nasional dan memicu badai kecaman dari anggota parlemen lintas fraksi serta jutaan warga Inggris.
Pernyataan Penuh Air Mata di Depan Kediaman
Dalam pernyataan emosional yang dibacakan di luar rumahnya, Stratton—yang sebelumnya menjabat sebagai juru bicara pemerintah untuk KTT Iklim COP26—menyampaikan penyesalan mendalam kepada seluruh rakyat Inggris.
"Saya paham betul kemarahan dan kekecewaan yang dirasakan masyarakat. Kepada semua orang yang telah kehilangan orang tercinta, yang menanggung kesepian luar biasa, serta mereka yang mematuhi aturan ketat: saya sungguh meminta maaf sedalam-dalamnya. Saya akan menyesali ucapan tersebut sepanjang sisa hidup saya," ungkap Allegra Stratton sambil menahan tangis.
Stratton mengakui bahwa kelakar tidak pantas yang ia lontarkan berisiko mengaburkan pengorbanan jutaan masyarakat serta perjuangan petugas medis dalam memerangi pandemi Covid-19.
Tekanan Berat bagi Pemerintahan Boris Johnson
Skandal ini menempatkan Perdana Menteri Boris Johnson di posisi paling rentan sepanjang masa kepemimpinannya. Menghadapi sesi tanya jawab panas di House of Commons (PMQs), Johnson menyatakan kemarahannya atas video tersebut dan memerintahkan penyelidikan resmi oleh Sekretaris Kabinet Simon Case.
- Penyelidikan Internal: Pemerintah berkomitmen menjatuhkan sanksi disipliner tegas jika terbukti aturan hukum lockdown dilanggar.
- Desakan Oposisi: Partai Buruh dan oposisi menuntut transparansi penuh, menilai bahwa integritas kepemimpinan nasional telah rusak parah akibat standar ganda para pejabat.
Pengunduran diri Stratton dipandang sebagai upaya meredam badai politik yang kian membesar, meski desakan moral terhadap jajaran kabinet Johnson diprediksi terus bergulir di ranah publik Inggris.
Comments (0)