Monday, 24 August 2026 | 08:13 WIB

KPK Ungkap Penerimaan Maba Jalur Mandiri Bisa Jadi Ladang Korupsi

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) BARU SAJA menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa baru lewat jalur mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyimpan potensi besar menjadi ladang korupsi....

Aug 24, 2026 - 06:50
0 0
KPK Ungkap Penerimaan Maba Jalur Mandiri Bisa Jadi Ladang Korupsi

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) BARU SAJA menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa baru lewat jalur mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyimpan potensi besar menjadi ladang korupsi. Peringatan itu disampaikan menyusul temuan sejumlah celah dalam proses seleksi dan pengelolaan dana.

Jalur mandiri selama ini dikenal sebagai skema penerimaan yang dikelola langsung oleh masing-masing kampus. Berbeda dengan jalur nasional, prosesnya tidak sepenuhnya terpusat. KPK menilai kondisi itulah yang membuka ruang penyimpangan.

Potensi Penyalahgunaan Kekuasaan

KPK menyoroti risiko penyalahgunaan wewenang oleh pejabat kampus dalam menentukan kelulusan. Tanpa pengawasan ketat, keputusan seleksi bisa diintervensi oleh kepentingan pribadi maupun kelompok.

  • Proses seleksi jalur mandiri dikelola internal kampus
  • Keputusan kelulusan rentan diintervensi pihak tertentu
  • Dana penerimaan dikelola tanpa transparansi penuh

Lembaga antirasuah itu menduga praktik suap bisa menyusup pada tahap penentuan kuota hingga penetapan nilai. Dugaan tersebut didasarkan pada pengalaman penanganan perkara serupa di tahun-tahun sebelumnya.

Celah Keuangan Jadi Perhatian

Selain proses seleksi, aspek keuangan juga disorot. Uang pangkal dan biaya kuliah tunggal dari jalur mandiri kerap bernilai besar. Pengelolaan dana yang longgar berpotensi menimbulkan kebocoran.

KPK meminta setiap PTN memperkuat sistem pengendalian internal. Pencatatan penerimaan harus dilakukan secara digital dan dapat diaudit kapan saja.

Bentuk Praktik yang Diwaspadai

Beberapa pola pelanggaran disebut menjadi perhatian utama. Di antaranya pemungutan biaya di luar ketentuan resmi, penerimaan titipan peserta, hingga manipulasi nilai ujian.

Modus lain yang tak kalah penting adalah kolusi antara panitia dan calon mahasiswa. Praktik semacam ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencederai keadilan bagi peserta yang jujur.

Dampak terhadap Dunia Pendidikan

KPK menegaskan bahwa praktik korupsi di penerimaan mahasiswa berdampak luas. Kualitas pendidikan ikut terancam ketika mahasiswa diterima bukan karena kompetensi.

Integritas institusi pendidikan juga dipertaruhkan. Kepercayaan publik terhadap PTN dapat runtuh jika praktik curang terus dibiarkan.

Langkah Pengawasan yang Disiapkan

KPK mengisyaratkan akan memperketat pemantauan pada periode penerimaan mendatang. Kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan institusi terkait disebut sebagai kunci utama.

  • Pemantauan proses seleksi secara langsung
  • Audit mendadak terhadap pengelolaan dana
  • Pembentukan satuan tugas pencegahan di kampus

KPK juga mendorong keterlibatan publik dalam pengawasan. Laporan dari masyarakat diharapkan menjadi salah satu sumber informasi awal penyimpangan.

Rekomendasi bagi Perguruan Tinggi

Beberapa langkah pencegahan direkomendasikan kepada seluruh PTN. Pertama, transparansi penuh pada setiap tahapan seleksi. Kedua, penerapan sistem seleksi berbasis komputer yang meminimalkan campur tangan manusia.

Ketiga, pembentukan tim pengawas independen yang melibatkan pihak eksternal. Keempat, sanksi tegas bagi panitia yang terbukti melanggar aturan.

Pesan Tegas KPK

KPK menegaskan tidak akan ragu menindak siapa pun yang terlibat. Penerimaan mahasiswa baru adalah gerbang awal kualitas sumber daya manusia bangsa. Jika gerbang itu kotor, masa depan pendidikan ikut tercemar.

Masyarakat diminta aktif melaporkan dugaan pungutan liar maupun praktik titipan. Seluruh laporan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Perkembangan selanjutnya masih menunggu konfirmasi resmi dari KPK. Publik diharapkan tetap siaga dan mengawasi setiap proses penerimaan yang berlangsung di kampus masing-masing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User