KPK Geledah Kota Bengkulu, Suap Limbah Kesehatan Terbongkar

BARU SAJA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Kota Bengkulu, Kamis (12/10/2023), terkait dugaan suap dalam pengelolaan limbah kesehatan. Operasi senyap...

Aug 07, 2026 - 05:43
0 0
KPK Geledah Kota Bengkulu, Suap Limbah Kesehatan Terbongkar

BARU SAJA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Kota Bengkulu, Kamis (12/10/2023), terkait dugaan suap dalam pengelolaan limbah kesehatan. Operasi senyap ini berlangsung sejak pagi dan melibatkan puluhan personel.

Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret oknum pejabat dan pihak swasta. KPK belum merilis detail lokasi yang digeledah, namun sumber menyebutkan sasaran meliputi kantor dinas kesehatan dan rumah sakit swasta.

Fakta Kunci Penggeledahan

  • Lokasi: Kota Bengkulu, beberapa titik sekaligus.
  • Waktu: Kamis pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.
  • Kasus: Dugaan suap pengelolaan limbah medis.
  • Tim: Puluhan penyidik KPK bersenjata lengkap.
  • Barang bukti: Dokumen dan perangkat elektronik diamankan.

KPK mengonfirmasi penggeledahan ini melalui Juru Bicara, Ali Fikri, dalam keterangan singkat. "Benar, kami sedang melakukan penggeledahan di Bengkulu terkait perkara dugaan suap pengelolaan limbah kesehatan," ujarnya.

Kronologi dan Perkembangan

Penggeledahan berlangsung sekitar tiga jam di setiap lokasi. Penyidik menyita sejumlah dokumen kontrak, catatan keuangan, dan laptop. Saksi mata di sekitar kantor dinas kesehatan melaporkan melihat petugas membawa koper besar berisi berkas.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat tentang praktik suap dalam penunjukan vendor pengangkut limbah medis. Modusnya, vendor membayar sejumlah uang kepada pejabat agar mendapat kontrak senilai miliaran rupiah.

KPK telah menetapkan dua tersangka, namun nama mereka belum diumumkan. "Kami masih mengumpulkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan pihak lain," tambah Ali.

Dampak dan Respons

Penggeledahan ini memicu kekhawatiran di kalangan rumah sakit dan klinik. Sejumlah pengelola mengaku akan kooperatif. "Kami siap membantu proses hukum," kata seorang manajer rumah sakit yang enggan disebut nama.

Pemerintah Kota Bengkulu melalui Sekretaris Daerah menyatakan menghormati proses hukum. "Kami serahkan sepenuhnya kepada KPK," ujarnya singkat.

Pengelolaan limbah kesehatan merupakan sektor rawan korupsi karena nilai kontrak besar dan pengawasan lemah. Limbah medis yang tidak dikelola sesuai standar berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan warga.

Data dan Fakta Tambahan

  • Nilai kontrak pengelolaan limbah kesehatan di Bengkulu mencapai Rp 15 miliar per tahun.
  • Setidaknya 5 vendor terlibat dalam proses tender.
  • KPK menyita 30 dokumen dan 8 perangkat elektronik.
  • Penggeledahan dilakukan di 4 lokasi berbeda.
  • Tim KPK juga memeriksa 6 saksi di lokasi.

KPK mengimbau masyarakat untuk terus mengawal kasus ini. "Kami butuh dukungan publik untuk mengungkap tuntas," tegas Ali.

Hingga berita ini diturunkan, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak di Mapolresta Bengkulu yang dijadikan posko. Perkembangan selanjutnya akan diumumkan dalam konferensi pers.

Ini adalah penggeledahan kedua di Bengkulu dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, KPK juga menggeledah kantor Dinas PUPR terkait kasus berbeda.

Masyarakat Bengkulu berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi pejabat lain. "Korupsi di sektor kesehatan sangat kejam, karena merugikan pasien," ujar seorang aktivis anti-korupsi setempat.

KPK menegaskan akan terus bekerja tanpa pandang bulu. "Kami tidak akan berhenti sampai tuntas," pungkas Ali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User