Koalisi Sipil Desak Transparansi Penuh Usut Kematian Sutrimo

BARU SAJA – Koalisi masyarakat sipil melontarkan tuntutan keras agar penyelidikan kematian Sutrimo, pria yang jasadnya ditemukan di depan Klinik Mordent Jakarta Selatan, digelar secara menyeluruh da...

Jul 28, 2026 - 03:51
0 0
Koalisi Sipil Desak Transparansi Penuh Usut Kematian Sutrimo

BARU SAJA – Koalisi masyarakat sipil melontarkan tuntutan keras agar penyelidikan kematian Sutrimo, pria yang jasadnya ditemukan di depan Klinik Mordent Jakarta Selatan, digelar secara menyeluruh dan transparan. Desakan ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang beredar kurang dari satu jam lalu.

Ditemukan Tak Bernyawa di Depan Klinik

Sutrimo, seorang warga setempat, ditemukan tak bernyawa oleh saksi mata di trotoar depan Klinik Mordent pada dini hari tadi. Warga yang pertama kali melaporkan temuan tersebut mengaku terkejut. "Saya tidak menyangka ada mayat di depan klinik. Biasanya area ini sepi, tidak pernah ada kejadian seperti ini," ujar seorang saksi yang enggan disebut namanya. Identitas jasad baru dikonfirmasi beberapa jam kemudian oleh pihak keluarga setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Kejanggalan tampak jelas pada tubuh korban, dan kami mendesak otopsi independen," ujar perwakilan koalisi. Hingga kini, polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di sekitar klinik. Masyarakat resah menanti kepastian.

Tuntutan Koalisi: Transparansi dan Hak Korban

Dalam pernyataan yang dikeluarkan, koalisi yang terdiri dari beberapa organisasi hak asasi manusia dan pemantau kepolisian ini menyoroti sejumlah hal krusial:

  • Investigasi tanpa intervensi – meminta kepolisian membuka akses penuh bagi lembaga independen untuk memantau proses penyidikan.
  • Otopsi forensik ulang – mendorong dilakukannya otopsi oleh tim medis netral guna memastikan penyebab kematian yang sebenarnya.
  • Jaminan keamanan bagi keluarga korban – negara wajib melindungi keluarga Sutrimo dari potensi intimidasi dan ancaman.
  • Transparansi informasi – publik berhak mengetahui perkembangan kasus ini secara berkala, tanpa ada yang ditutup-tutupi.
  • Pelibatan Komnas HAM – koalisi mendesak agar Komisi Nasional Hak Asasi Manusia turut mengawal pengusutan sejak tahap awal.

Kronologi Singkat: Temuan Jasad Hingga Ledakan Tuntutan

Saksi mata melaporkan sekitar pukul 04.30 WIB, seorang pria ditemukan tergeletak di depan klinik. Warga segera menghubungi pihak berwajib. Tim Inafis langsung melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke RSCM untuk pemeriksaan lanjutan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian Resor Jakarta Selatan terkait penyebab kematian. Situasi ini memicu spekulasi liar di tengah publik.

Koalisi mencurigai adanya upaya pengaburan fakta. "Lambatnya pengumuman resmi membuka ruang bagi spekulasi yang tidak sehat. Kami tidak tinggal diam," tegas juru bicara koalisi.

Esensi Hak Korban dan Akuntabilitas Polri

Desakan transparansi ini tidak lepas dari hak konstitusional korban dan keluarganya atas keadilan. "Negara wajib hadir memastikan proses hukum berjalan adil dan terbuka. Ini ujian bagi Polri," kata salah satu narasumber dari koalisi. Mereka menekankan bahwa setiap kematian mencurigakan harus diusut tanpa pandang bulu.

Pihak keluarga Sutrimo telah didampingi pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Mereka masih shock dan berharap pelaku segera tertangkap. "Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ayah kami," ungkap salah satu anggota keluarga dengan suara bergetar.

Perkembangan Terkini

Sementara itu, koalisi berencana menggelar aksi solidaritas di depan Mapolda Metro Jaya esok hari jika belum ada perkembangan berarti dalam 24 jam ke depan. Mereka mengingatkan bahwa diamnya aparat hanya akan memperkeruh suasana.

UPDATE MENIT LALU: Polres Jaksel menyatakan akan menggelar konferensi pers sore ini. Informasi lebih lanjut akan disampaikan segera. Publik menunggu dengan waspada.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User