Khofifah Galang Kolaborasi Selamatkan Sungai Jawa Timur

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan gerakan kolektif untuk memulihkan dan menjaga ekosistem sungai. Seruan ini bergema dalam puncak peringatan Hari Sungai Nasional 202...

Jul 28, 2026 - 03:13
0 0
Khofifah Galang Kolaborasi Selamatkan Sungai Jawa Timur

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan gerakan kolektif untuk memulihkan dan menjaga ekosistem sungai. Seruan ini bergema dalam puncak peringatan Hari Sungai Nasional 2026 yang digelar di kawasan bantaran Sungai Brantas.

Dalam pidatonya, Gubernur menekankan bahwa menjaga sungai bukan semata tugas pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari komunitas lokal, pelaku industri, akademisi, hingga generasi muda. “Sungai adalah nadi peradaban. Jika nadi ini tercemar, maka seluruh sendi kehidupan akan terganggu,” tegasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Digaungkan

Gubernur mendorong terbentuknya forum peduli sungai di setiap daerah aliran sungai (DAS) di Jawa Timur. Forum ini dirancang sebagai wadah koordinasi antara warga, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Targetnya, tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga mengembalikan fungsi alami sungai sebagai penopang keanekaragaman hayati.

Data Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur mencatat, separuh sungai utama di provinsi ini masih menghadapi tekanan limbah domestik dan industri. Kondisi ini diperparah oleh sedimentasi dan penyempitan badan air akibat alih fungsi lahan di kawasan sempadan.

Aksi Nyata di Hari Sungai

Peringatan tahun ini tidak sekadar seremoni. Ratusan relawan, pelajar, dan pegiat lingkungan serentak melakukan aksi bersih sungai di lima titik strategis. Mereka mengumpulkan sampah plastik, menanam pohon riparian, serta melepaskan ribuan benih ikan lokal sebagai upaya restocking.

Khofifah juga menyaksikan penandatanganan komitmen bersama oleh sejumlah perusahaan yang beroperasi di Jawa Timur. Isinya mencakup pengelolaan limbah ketat, audit berkala, dan investasi pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal. “Tanpa kolaborasi konkret dengan dunia usaha, upaya kita akan sia-sia,” ujarnya.

Ancaman dan Harapan

Sejumlah sungai strategis seperti Brantas, Bengawan Solo, dan Welang menghadapi ancaman serius. Pencemaran mikroplastik dan logam berat terus mengintai kesehatan warga yang bergantung pada air sungai. Ahli hidrologi yang hadir dalam diskusi panel memperingatkan, jika degradasi tidak segera dihentikan, biaya pemulihan akan membengkak hingga puluhan kali lipat dalam satu dekade mendatang.

Namun, optimisme tetap dinyalakan. Gubernur menyebut potensi besar ekowisata sungai yang bisa menggerakkan ekonomi lokal tanpa merusak lingkungan. Ia mencontohkan beberapa desa di Malang dan Mojokerto yang sukses mengubah bantaran kumuh menjadi ruang publik hijau yang produktif.

“Kolaborasi adalah kata kunci. Tidak ada pihak yang bisa sendirian. Sungai yang sehat adalah investasi masa depan untuk anak cucu kita,” pungkas Khofifah mengakhiri sambutannya yang disambut tepuk tangan para peserta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User