Keraton Yogyakarta Dirampok Saat Subuh, Harta Karun dan Naskah Kuno Raib

YOGYAKARTA — Dalam keheningan subuh yang syahdu, Keraton Yogyakarta diguncang aksi perampokan yang mengagetkan. Harta karun milik salah satu kerajaan tertu

Jul 11, 2026 - 11:20
0 0
Keraton Yogyakarta Dirampok Saat Subuh, Harta Karun dan Naskah Kuno Raib
Keraton Yogyakarta

YOGYAKARTA — Dalam keheningan subuh yang syahdu, Keraton Yogyakarta diguncang aksi perampokan yang mengagetkan. Harta karun milik salah satu kerajaan tertua di Nusantara ini ludes disikat kawanan tak dikenal. Uang perbendaharaan keraton, naskah-naskah kuno bernilai sejarah tinggi, dan sejumlah benda pusaka raib tanpa jejak. Peristiwa yang terjadi pada September 1998 ini menggambarkan betapa rapuhnya keamanan warisan budaya di tengah transisi politik yang bergolak.

Kronologi Perampokan di Balik Tembok Keraton

Menurut keterangan para abdi dalem, perampok beraksi sekitar pukul 03.30 WIB, memanfaatkan waktu saat penjagaan lengah usai pergantian regu. Para pelaku diduga telah mempelajari seluk-beluk keraton dan masuk melalui bagian belakang yang saat itu minim penerangan. Mereka memotong gembok beberapa peti penyimpanan, lalu menggasak isi brankas yang berisi uang tunai senilai jutaan rupiah serta sejumlah emas batangan.

Yang paling memukul adalah hilangnya manuskrip-manuskrip kuno yang berisi catatan sejarah, silsilah raja-raja Mataram, dan ajaran-ajaran leluhur. Naskah-naskah ini merupakan kunci identitas Keraton Yogyakarta yang tidak tergantikan. “Benda-benda itu bukan sekadar harta, tetapi jiwa dan sejarah kami,” ujar seorang kerabat keraton yang enggan disebut namanya.

Daftar Barang yang Raib Akibat Perampokan

  • Uang perbendaharaan keraton senilai Rp50 juta (kurs 1998) dan emas batangan kecil
  • Enam naskah Babad Tanah Jawi dan Serat Centhini edisi langka
  • Sebuah keris pusaka berukiran emas yang diperkirakan berusia 200 tahun
  • Perhiasan emas dan batu mulia koleksi pribadi Sri Sultan
  • Dokumen perjanjian era kolonial yang tersimpan di arsip khusus

Motif dan Dugaan Keterlibatan Internal

Aparat kepolisian dari Polda DIY langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan menduga bahwa perampokan ini tidak dilakukan oleh orang sembarangan. “Para pelaku sangat memahami tata letak dan jadwal penjagaan keraton. Besar kemungkinan ada keterlibatan orang dalam,” ungkap seorang sumber di kepolisian. Dugaan ini diperkuat oleh fakta bahwa tidak ada tanda-tanda perlawanan berarti dari penjaga malam, dan pelaku berhasil kabur tanpa meninggalkan jejak berarti.

Di sisi lain, pengamat sejarah menilai bahwa perampokan ini adalah pukulan telak bagi upaya pelestarian budaya di tengah situasi politik yang tidak stabil pasca-reformasi 1998. “Naskah yang hilang itu adalah warisan dunia, bukan hanya milik Keraton Yogyakarta,” tegas seorang sejarawan dari Universitas Gadjah Mada.

Dampak dan Upaya Pemulihan

Pasca-perampokan, Keraton Yogyakarta segera meningkatkan sistem keamanan dengan memasang CCTV (yang saat itu masih jarang), menambah jumlah personel jaga, dan bekerja sama dengan kepolisian untuk menyelidiki jaringan penadah barang antik. Namun, hingga kini, sebagian besar barang yang hilang belum berhasil ditemukan, dan beberapa naskah kuno diduga telah dijual ke kolektor gelap di luar negeri.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya perlindungan warisan budaya nasional. Keraton kemudian menggandeng Perpustakaan Nasional dan instansi terkait untuk melakukan digitalisasi naskah-naskah yang masih tersisa, memastikan tragedi serupa tidak menggerogoti ingatan kolektif bangsa.

“Kehilangan ini seperti tercabutnya akar sejarah kami. Tapi kami tidak akan menyerah untuk melacak kembali pusaka leluhur,” ucap seorang pangeran Keraton Yogyakarta saat ditemui di sela-sela upacara adat.

Warisan yang Terus Diburu Waktu

Hingga lebih dari dua dekade berlalu, kasus perampokan Keraton Yogyakarta masih menyisakan misteri. Para sejarawan dan aktivis budaya terus mendesak aparat agar tidak menutup kasus ini, mengingat benda-benda yang dicuri adalah saksi bisu perjalanan panjang peradaban Jawa. Di balik tembok keraton yang kokoh, kisah harta karun yang lenyap di pagi buta tetap menjadi luka yang belum sembuh.

[SOCIAL_TWEET]: Subuh September 1998, Keraton Yogyakarta dibobol maling. Uang jutaan rupiah, emas, dan naskah kuno Babad Tanah Jawi lenyap. Hingga kini belum terungkap siapa dalangnya. Warisan sejarah yang raib tanpa jejak. #KeratonYogyakarta #NaskahKuno #BudayaBangsa[SOCIAL_TG]: 🏰💔 Tragedi subuh di Keraton Yogyakarta: harta karun dan naskah kuno Babad Tanah Jawi digondol maling. Diduga ada keterlibatan orang dalam. Kasus ini masih misteri sampai sekarang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User