Suasana pagi di Kampus Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Sentul, Bogor, selalu diwarnai ketegasan serta kedisiplinan tinggi. Di antara barisan mahasiswa yang berbaris rapi dengan pakaian dinas lapangan, terlihat para kadet perempuan yang mengenakan hijab menjalankan aktivitas akademik dan fisik mereka tanpa hambatan. Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI secara tegas membantah isu yang beredar mengenai adanya larangan penggunaan hijab bagi kadet perempuan di institusi pendidikan militer berstandar dunia tersebut.
Penegasan ini dikeluarkan guna meluruskan informasi di media sosial yang sempat memicu spekulasi publik. Kemhan memastikan bahwa seluruh civitas akademika Unhan, khususnya para kadet mahasiswa, diberikan kebebasan penuh untuk menjalankan ajaran agama masing-masing, termasuk hak bagi kadet muslimah untuk menutup aurat sesuai syariat Islam.
Klarifikasi Resmi Kemhan dan Kepastian Aturan Uniform
Pihak Kementerian Pertahanan menekankan bahwa aturan tata busana di Unhan telah dirancang secara matang untuk memadukan prinsip kedisiplinan militer dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Sejak awal pembentukannya, Unhan tidak pernah memberlakukan kebijakan yang diskriminatif terhadap atribut keagamaan para kadetnya.
"Kemhan menegaskan tidak ada sama sekali larangan penggunaan hijab bagi Kadet perempuan Unhan RI. Aturan pakaian dinas kami sudah mengakomodasi ketentuan hijab yang rapi, seragam, dan tidak mengganggu aktivitas kedinasan maupun latihan fisik," tegas perwakilan Kementerian Pertahanan dalam keterangan resminya.
Aturan mengenai hijab ini disesuaikan dengan regulasi yang berlaku di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), di mana prajurit wanita diperbolehkan mengenakan hijab dinas sejak beberapa tahun lalu. Di Unhan, ketentuan ini ikuti dengan penyediaan seragam khusus yang memenuhi kelayakan estetika militer, kenyamanan gerak, dan kesopanan.
Standar Pakaian Militer dan Inklusivitas Pendidikan Pertahanan
Dalam mendukung performa akademik dan fisik ratusan kadet perempuan, Unhan menerapkan standar busana militer inklusif. Kadet yang memilih berhijab dibekali dengan kelengkapan atribut standar yang didesain khusus agar tetap aerobik saat latihan di lapangan.
Berikut adalah gambaran penyesuaian atribut dinas bagi kadet perempuan di Unhan RI:
| Jenis Seragam | Kadet Non-Hijab | Kadet Berhijab |
|---|---|---|
| Pakaian Dinas Harian (PDH) | Rambut dirapikan sesuai standar dinas | Hijab polos warna seragam, dimasukkan ke kerah |
| Pakaian Dinas Lapangan (PDL) | Topi/Baret dinas lapangan | Hijab bahan elastis di bawah baret/helm |
| Pakaian Dinas Upacara (PDU) | Pemberian sanggul/pet formal | Hijab resmi dengan atribut lengkap |
Fasilitas dan kesetaraan ini membuktikan bahwa faktor keagamaan tidak pernah menjadi penghambat dalam mencetak calon perwira dan pemikir pertahanan bereputasi internasional. Fakta menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen kadet perempuan di Unhan saat ini mengenakan hijab secara aktif saat menjalani pendidikan formal.
Komitmen Unhan Mencetak Perwira Bermartabat
Sebagai perguruan tinggi negeri yang berfokus pada ilmu pertahanan dan strategi militer, Unhan RI memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan Kebinekaan. Kedisiplinan militer yang diterapkan di kampus ini tidak bertujuan untuk merenggut identitas keagamaan, melainkan membangun jiwa korsa dan rasa persaudaraan yang kokoh di antara seluruh kadet.
Sejumlah akademisi dan pengamat militer menyambut baik ketegasan Kemhan dalam membantah rumor diskriminasi tersebut. "Kebebasan beragama adalah hak konstitusional yang berjalan seiring dengan kedisiplinan militer. Unhan telah membuktikan bahwa modernisasi pendidikan pertahanan justru memperkuat nilai-nilai keberagaman nasional," ungkap seorang analis kebijakan publik pertahanan.
Dengan adanya penegasan resmi dari Kemhan ini, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Unhan RI tetap berkomitmen membuka pintu seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa dari berbagai latar belakang untuk mengabdi demi kedaulatan NKRI.
Comments (0)