Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif mendorong transformasi sektor peternakan nasional menuju era modernisasi berbasis teknologi. Langkah strategis ini ditegaskan dalam pembukaan pameran internasional ILDEX (International Livestock, Dairy, Meat Processing, and Aquaculture Exposition) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
Pameran yang bertepatan dengan peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 ini menjadi momentum krusial bagi para pelaku usaha, peternak lokal, hingga akademisi untuk mempelajari dan mengadopsi kemajuan industri peternakan dunia. Ajang dua tahunan yang kini memasuki perhelatan ke-8 tersebut menampilkan berbagai inovasi mutakhir mulai dari pembibitan, pakan, manajemen kandang pintar, hingga teknologi kesehatan hewan.
Modernisasi demi Efisiensi dan Daya Saing Peternak
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan bahwa penerapan inovasi dan teknologi terkini adalah kunci utama dalam mendongkrak produktivitas sektor peternakan di tanah air. Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang tepat guna akan memangkas biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil produksi secara signifikan.
"Rangkaian kegiatan pameran ini bertujuan agar kita bersama melihat bagaimana perkembangan kemajuan dunia peternakan dan kesehatan hewan. Kami berharap para peternak Tanah Air terus mengikuti dan mengadopsi teknologi yang ada supaya produksinya bisa jauh lebih efisien," ujar Makmun saat membuka pameran di ICE BSD.
Makmun menambahkan, efisiensi yang tercipta dari adopsi teknologi secara langsung akan memperlebar margin keuntungan para peternak. Dengan demikian, taraf hidup dan kesejahteraan peternak rakyat maupun pelaku industri peternakan dapat meningkat secara berkelanjutan.
"Kemudian, dari efisiensi tersebut, diharapkan para pelaku usaha bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik. Sehingga kesejahteraan para peternak dan pelaku usaha di bidang peternakan dan kesehatan hewan ini menjadi jauh lebih sejahtera," tuturnya menambahkan.
Menjangkau Wilayah Terpencil Sesuai Arahan Presiden
Pemerintah menaruh perhatian besar pada sebaran peternakan rakyat yang sebagian besar berlokasi di daerah pelosok atau remote area. Pengenalan teknologi yang aplikatif dan mudah diakses menjadi salah satu prioritas Kementan guna merealisasikan visi swasembada protein hewani yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Berikut sejumlah fokus utama Kementan dalam memajukan ekosistem peternakan nasional:
- Digitalisasi Peternakan: Pemanfaatan sistem sensor dan otomasi guna memantau kesehatan serta nutrisi hewan secara real-time.
- Penguatan Rantai Pasok: Meningkatkan efisiensi logistik dingin (cold chain) dari daerah sentra produksi ke pasar konsumen.
- Peningkatan Kualitas Pakan: Memanfaatkan formulasi pakan presisi berbasis bahan baku lokal untuk menekan biaya pemeliharaan.
- Pemberdayaan Peternak Rakyat: Pelatihan terstruktur dan transfer pengetahuan teknologi modern kepada kelompok peternak di daerah.
Melalui forum dan pameran global seperti ILDEX, Kementan optimistis transfer teknologi dapat berjalan cepat sehingga sektor peternakan Indonesia kian mandiri, tangguh, dan mampu bersaing di kancah regional maupun internasional.
Comments (0)