Kemendagri Perintahkan Pemda dan Bulog Gelar Pasar Murah Massal Jelang HUT ke-81 RI
UPDATE TERKINI — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pemerintah daerah agar segera menggelar operasi pasar murah secara masif. Langkah ini diambil untuk...
UPDATE TERKINI — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pemerintah daerah agar segera menggelar operasi pasar murah secara masif. Langkah ini diambil untuk meredam potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Arahan dari Pusat
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menekankan bahwa stabilisasi harga adalah prioritas utama. Ia meminta setiap kepala daerah bersinergi dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan komoditas strategis. Beras dan minyak goreng menjadi dua komoditas yang paling disorot karena kerap mengalami fluktuasi harga signifikan di momen-momen perayaan nasional.
Tomsi menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. “Kita tidak ingin ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok saat seluruh bangsa bergembira menyambut hari kemerdekaan,” ujarnya dalam sebuah rapat koordinasi yang digelar secara virtual pada Senin pagi. Ia menambahkan bahwa pemantauan harga akan dilakukan setiap hari dan laporan harus masuk ke pusat secara real-time.
Gerakan Pangan Murah: Strategi dan Pelaksanaan
Instruksi ini menargetkan penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah di minimal 500 titik di seluruh Indonesia. Setiap titik diwajibkan menyediakan beras medium dengan harga di bawah eceran tertinggi (HET) dan minyak goreng dalam kemasan sederhana. Bulog diminta menyiapkan stok beras hingga 200.000 ton untuk mendukung operasi ini, angka yang dianggap cukup oleh Kementerian Perdagangan.
Pemerintah daerah diminta memanfaatkan dana belanja tak terduga (BTT) jika diperlukan untuk mensubsidi selisih harga. Langkah ini dibenarkan secara regulasi karena situasi inflasi pangan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi lokal. Tidak hanya di kota besar, pasar murah juga akan menjangkau kecamatan dan desa yang rawan gejolak harga.
Sinergi dan Tantangan Logistik
Dalam pelaksanaannya, Kemendagri mendorong pembentukan satuan tugas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Mereka akan mengawal distribusi dari gudang Bulog hingga ke titik penjualan. “Kita ingin alur distribusi dipangkas, jangan sampai ada rantai panjang yang justru mempermainkan harga di tengah operasi,” tegas Tomsi.
Sementara itu, beberapa pemda mengaku siap menjalankan instruksi ini. Namun, tantangan logistik di wilayah kepulauan menjadi catatan yang perlu dijawab dengan perencanaan lebih matang. Kemendagri menyatakan akan membantu koordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengamankan rute pengiriman.
Dampak dan Harapan
Operasi pasar murah ini dijadwalkan mulai bergulir secara serentak pada awal Agustus, dua minggu sebelum puncak HUT ke-81 RI. Dengan perintah yang tegas dan dukungan penuh dari Bulog, pemerintah optimistis inflasi pangan akan tetap terkendali. Warga diharapkan dapat merayakan kemerdekaan tanpa beban kenaikan harga kebutuhan dapur.
Comments (0)