Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru: Polisi Buka Penyelidikan Mendalam

JAKARTA SELATAN — Aparat Polres Metro Jakarta Selatan langsung menerjunkan tim khusus setelah sesosok jenazah pria paruh baya ditemukan dalam kondisi tak wajar di sebuah rumah di kawasan Kebayoran B...

Jul 27, 2026 - 22:37
0 0
Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru: Polisi Buka Penyelidikan Mendalam

JAKARTA SELATAN — Aparat Polres Metro Jakarta Selatan langsung menerjunkan tim khusus setelah sesosok jenazah pria paruh baya ditemukan dalam kondisi tak wajar di sebuah rumah di kawasan Kebayoran Baru. Korban yang belakangan diidentifikasi sebagai Sutrimo (49) itu menggegerkan warga sekitar dan memicu spekulasi luas. Penyelidikan intensif kini berjalan seiring polisi mengumpulkan bukti-bukti awal yang dinilai krusial.

Penemuan yang Mengundang Tanya

Jasad Sutrimo pertama kali ditemukan oleh tetangganya yang curiga karena korban tak kunjung membuka pintu sejak subuh. Sekira pukul 09.00 WIB, warga melapor ke ketua RT setempat, lalu diteruskan ke Polsek Kebayoran Baru. Saat petugas tiba, korban sudah tak bernyawa di ruang tamu tanpa ada tanda-tanda kekerasan fisik yang mencolok. Namun, posisi tubuh yang tidak lazim dan sejumlah barang yang berserakan membuat polisi mencurigai adanya tindak pidana di balik peristiwa itu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jaksel, AKBP Andi Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil otopsi keluar. “Kami masih menunggu pemeriksaan forensik. Yang jelas, kami tak ingin berspekulasi. Semua kemungkinan masih terbuka, mulai dari masalah kesehatan hingga dugaan kriminal,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu sore.

Keterangan Saksi dan Jejak Digital

Sejauh ini, lima orang saksi sudah dimintai keterangan. Mereka terdiri dari tetangga dekat, kerabat, dan dua rekan kerja korban. Menurut salah satu saksi yang enggan disebut namanya, Sutrimo dikenal sebagai pribadi yang tertutup namun tak pernah terlibat konflik serius. “Belakangan dia memang sering terlihat gelisah, tapi kami kira hanya masalah pekerjaan,” tuturnya.

Polisi juga tengah menyita rekaman kamera pengawas (CCTV) dari tiga titik di sekitar lokasi. Rekaman 24 jam terakhir sebelum penemuan jasad menjadi fokus analisis. Tim Inafis telah memasang garis batas dan mengumpulkan sampel sidik jari serta benda-benda yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Selain itu, ponsel korban diamankan untuk dilacak komunikasi terakhirnya. “Kami akan periksa riwayat panggilan, pesan, dan aktivitas media sosial. Bisa jadi petunjuk penting,” kata AKBP Andi.

Kepergian Tanpa Pesan

Kakak kandung Sutrimo, Warsini, saat dihubungi mengaku terkejut dan tidak menyangka adiknya pergi dengan cara seperti ini. “Dia baru saja mengirim pesan ke grup keluarga minggu lalu, katanya ingin pulang kampung saat Lebaran. Tidak ada firasat apa pun,” kenangnya dengan suara bergetar. Keluarga berharap polisi segera mengungkap tabir kematiannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih menunggu hasil uji toksikologi dan patologi dari Rumah Sakit Bhayangkara. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan hoaks dan segera melapor jika memiliki informasi relevan. Kasus kematian Sutrimo ini menambah daftar peristiwa misterius di Jakarta yang belum terpecahkan dalam beberapa pekan terakhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User