SURABAYA — Rasa cemas, duka, dan secercah harapan berbaur menjadi satu di raut wajah Fredy Manohoa (48). Warga Surabaya ini tak henti-hentinya memandangi layar ponsel sembari menunggu perkembangan informasi dari tim pencarian dan pertolongan (SAR) terkait nasib sang adik kandung, Steviansyah Manohoa (44), yang hingga kini belum ditemukan menyusul insiden kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8.
Kabar mengenai musibah yang menimpa kapal motor penumpang tersebut bak petir di siang bolong bagi keluarga besar Manohoa. Fredy menuturkan bahwa adiknya merupakan sosok pekerja keras yang saat itu tengah bertugas dan berlayar di atas kapal nahas tersebut.
Kronologi Insiden dan Informasi Terakhir Korban
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga dan laporan awal otoritas maritim, berikut adalah rangkaian kejadian sebelum Steviansyah dinyatakan hilang:
- Komunikasi Terakhir: Beberapa jam sebelum insiden terjadi, Steviansyah sempat menghubungi pihak keluarga untuk mengabarkan kondisi pelayaran yang masih terpantau normal.
- Munculnya Masalah Teknis di Laut: KMP Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami kendala teknis dan menghadapi cuaca buruk di perairan terbuka pada Minggu (13/9), yang mengakibatkan situasi darurat di atas kapal.
- Evakuasi Darurat: Saat sinyal marabahaya dipancarkan, sejumlah kru dan penumpang berupaya menyelamatkan diri, namun beberapa orang dilaporkan terpisah dari sekoci penyelamat, termasuk Steviansyah.
- Pelaporan Orang Hilang: Pihak keluarga resmi mendaftarkan nama Steviansyah di posko crisis center setelah namanya tidak tertera dalam daftar korban selamat yang telah dievakuasi pada tahap pertama.
Harapan Keluarga di Posko Pencarian
Semenjak menerima kabar insiden tersebut, Fredy memilih untuk terus bersiaga di sekitar posko darurat guna memperoleh laporan valid secara berkala. Ia mengaku tidak bisa tidur tenang dan selalu berdoa agar tim SAR berhasil menemukan sang adik dalam keadaan selamat.
"Kami sekeluarga terus berdoa siang dan malam. Selama belum ada kepastian atau jasad yang ditemukan, kami tetap memegang keyakinan bahwa adik saya masih bertahan hidup di suatu tempat. Kami mohon kepada tim penyelamat untuk menyisir seluruh titik," ujar Fredy dengan nada bergetar.
Fredy menambahkan, komunikasi terakhir dengan sang adik tidak menunjukkan firasat buruk sama sekali. Steviansyah hanya berpesan agar keluarga di rumah senantiasa menjaga kesehatan dan mendoakan kelancaran tugasnya di laut.
Operasi Penyelamatan dan Penyisiran Terus Ditingkatkan
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, serta relawan nelayan setempat saat ini terus memperluas radius pencarian. Faktor cuaca, gelombang laut, dan arus bawah laut yang kuat menjadi tantangan utama yang dihadapi personel gabungan di lapangan.
Pihak berwenang telah mengerahkan sejumlah armada kapal penyelamat cepat (RIB), helikopter pantau, serta alat deteksi bawah air guna melacak keberadaan korban yang masih belum teridentifikasi. Posko medis dan pendampingan psikologis juga disiagakan di area pelabuhan untuk mendampingi keluarga korban yang masih menantikan kepastian kabar anggota keluarganya.
Comments (0)