Kekeringan Ekstrem: 162 KK di Tangsel Krisis Air Bersih

BARU SAJA — Krisis air bersih akibat kekeringan ekstrem memukul 162 kepala keluarga di Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan. Kondisi darurat kini diberlakukan untuk distribusi pasokan.Data ini dik...

Jul 28, 2026 - 03:27
0 0
Kekeringan Ekstrem: 162 KK di Tangsel Krisis Air Bersih

BARU SAJA — Krisis air bersih akibat kekeringan ekstrem memukul 162 kepala keluarga di Kelurahan Keranggan, Tangerang Selatan. Kondisi darurat kini diberlakukan untuk distribusi pasokan.

Data ini dikonfirmasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel beberapa menit lalu. Kekeringan yang melanda kawasan itu telah mengeringkan sumber-sumber air utama warga. Sumur-sumur dangkal tak lagi mengeluarkan air. Warga terpaksa mengandalkan kiriman tangki air dari pemerintah dan relawan.

Fakta Kunci

  • Lokasi terdampak: Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.
  • Jumlah terdampak: 162 kepala keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa.
  • Penyebab: kemarau panjang tanpa hujan selama lebih dari tiga bulan.
  • Kondisi: sumber air primer warga kering total.
  • Respons: distribusi air bersih darurat dimulai pagi ini.

Petugas BPBD melaporkan, kekeringan tahun ini adalah yang terparah dalam satu dekade. Debit air tanah di wilayah Keranggan merosot drastis sejak awal musim kemarau. Hujan terakhir tercatat lebih dari 90 hari lalu. Vegetasi di sekitar pemukiman mulai mengering dan mengancam sektor pertanian skala kecil.

UPDATE: Tiga unit tangki air berkapasitas 5.000 liter telah dikerahkan ke lokasi. Distribusi diprioritaskan untuk lansia, balita, dan warga dengan keterbatasan akses. Antrean warga terlihat di titik-titik pengambilan air yang dipasang darurat di balai kelurahan dan posko RW.

Respons Darurat

Kepala Pelaksana BPBD Tangsel menyatakan, "Kami sudah menyiagakan armada tambahan. Jika tidak ada hujan dalam tujuh hari ke depan, kami akan menambah kapasitas distribusi hingga 20.000 liter per hari." Pihak kelurahan juga membuka posko pengaduan dan logistik. Warga dapat melaporkan kebutuhan mendesak melalui ketua RT setempat.

Saksi mata, seorang warga RT 03, mengungkapkan bahwa mereka sudah sepekan terakhir membeli air galon untuk kebutuhan minum dan memasak. "Untuk mandi dan cuci, kami pakai air sisa hujan yang ditampung di drum, itupun sudah hampir habis," ujarnya.

Kekeringan ini juga memicu kekhawatiran akan munculnya penyakit akibat sanitasi buruk. Dinas Kesehatan setempat diterjunkan untuk memantau potensi diare dan penyakit kulit. Edukasi penghematan air dan kebersihan digencarkan lewat posyandu dan majelis taklim.

PERKEMBANGAN: Pemerintah Kota Tangsel berencana membangun sumur bor dalam sebagai solusi jangka panjang. Proyek itu akan dimulai setelah asesmen geologis selesai pekan depan. Sementara itu, warga diminta tetap siaga dan melaporkan setiap penurunan kualitas air.

Krisis air di Keranggan menjadi alarm bagi wilayah penyangga Jakarta lainnya. Musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga dua bulan mendatang. BPBD mengimbau seluruh warga Tangsel untuk mulai menyimpan air dan mengurangi konsumsi air tanah secara berlebihan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User