Aug 25, 2026
Nasional

Kebut 70% Sampah Tuntas, Zulhas Bakal Groundbreaking TPSEL di Bekasi

Pemerintah targetkan 70% masalah sampah selesai pada 2029. Proyek PSEL di Bekasi jadi langkah awal penanganan sampah darurat di 40 kota.]]>

Kebut 70% Sampah Tuntas, Zulhas Bakal Groundbreaking TPSEL di Bekasi

Kebut 70% Sampah Tuntas, Zulhas Bakal Groundbreaking TPSEL di Bekasi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Zulhas, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah sampah yang selama ini menjadi salah satu tantangan besar bagi kota tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah berupaya keras untuk menuntaskan minimal 70% dari total sampah yang ada di Bekasi sebelum akhir tahun ini. Upaya ini akan didukung dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terpadu Selatan (TPSEL) yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Zulhas menjelaskan bahwa masalah sampah di Bekasi memang menjadi salah satu isu krusial yang memerlukan solusi komprehensif. "Kita berupaya keras untuk menuntaskan minimal 70% dari total sampah yang ada di Bekasi. Ini bukan sekadar janji, tapi komitmen nyata dari pemerintah daerah untuk memberikan solusi nyata bagi warga," ujar Zulhas saat ditemui di lokasi rencana pembangunan TPSEL, Rabu (15/3).

Target Ambisius dalam Penanganan Sampah

Target 70% penyelesaian masalah sampah ini cukup ambisius mengingat kompleksitas isu yang dihadapi. Zulhas mengakui bahwa sampah di Bekasi tidak hanya berasal dari aktivitas warga kota itu sendiri, tetapi juga dari daerah sekitarnya yang masih terintegrasi dalam sistem pengelolaan sampah Bekasi.

"Kita berencana untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah melalui berbagai metode, mulai dari pengolanan di tempat (in-situ) hingga pengolanan skala besar di TPSEL. Dengan sistem yang terpadu, kami yakin bisa mencapai target tersebut," jelasnya.

Pemerintah Kota Bekasi saat ini sedang menggandakan upaya untuk memastikan sampah dapat dikelola dengan lebih baik. Upaya ini meliputi peningkatan partisipasi masyarakat dalam gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), peningkatan efisiensi pengangkutan sampah, serta pengembangan infrastruktur pengolahan sampah yang lebih memadai.

Groundbreaking TPSEL sebagai Langkah Strategis

Salah satu langkah strategis yang akan diambil oleh pemerintah Kota Bekasi adalah groundbreaking TPSEL. Proses ini direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

"TPSEL ini akan menjadi solusi jangka panjang untuk masalah sampah di Bekasi. Dengan teknologi pengolahan yang lebih canggih, kami percaya sampah dapat dimanfaatkan menjadi energi atau produk lain yang bernilai tambah," ujar Zulhas.

TPSEL direncanakan akan dibangun di lahan seluas sekitar 50 hektare di wilayah selatan Kota Bekasi. Lokasi ini dipilih karena strategis dan tidak terlalu jauh dari pusat kota, sehingga pengangkutan sampah dapat dilakukan dengan lebih efisien. Selain itu, lahan ini juga memiliki kondisi geografis yang cocok untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah skala besar.

Pembangunan TPSEL ini direncanakan akan menggunakan teknologi pengolahan sampah terkini, termasuk sistem pengolana anaerobik untuk menghasilkan biogas serta sistem pengolahan sampah menjadi kompos. Dengan teknologi ini, diharapkan sampah organik dapat dimanfaatkan dengan optimal mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Peran Masyarakat dan Sektor Swasta

Zulhas menekankan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. "Kita membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan sektor swasta. Melalui kolaborasi, kita bisa menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan," katanya.

Untuk itu, pemerintah Kota Bekasi akan terus menggencarkan program edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Selain itu, pemerintah juga akan memfasilitasi program kemitraan dengan sektor swasta dalam mengelola sampah, baik melalui program CSR maupun investasi langsung pada infrastruktur pengolahan sampah.

Dalam program kemitraan ini, sektor swasta diharapkan dapat membantu dalam penyediaan teknologi pengolahan sampah, pendanaan, serta pemasaran produk hasil olahan sampah. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Tantangan dan Solusi Jangka Panjang

Meski memiliki target ambisius, Zulhas mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam penyelesaian masalah sampah di Bekasi. Salah satu tantangan utama adalah perubahan perilaku masyarakat yang masih sulit untuk diubah, serta keterbatasan anggaran dan infrastruktur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User