Kebakaran Melanda Rumah Adat Sade Lombok Tengah
BARU SAJA — Kobaran api melalap kawasan rumah adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) malam. Insiden itu memicu kepanikan warga ...
BARU SAJA — Kobaran api melalap kawasan rumah adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) malam. Insiden itu memicu kepanikan warga sekaligus memicu aksi evakuasi besar-besaran.
Peristiwa berlangsung sekitar pukul 21.00 WITA. Belum ada konfirmasi resmi soal jumlah rumah yang terbakar. Namun saksi mata di lokasi melaporkan api cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lain.
Kronologi Kebakaran
Warga setempat pertama kali melihat kepulan asap tebal dari bagian belakang kampung adat. Dalam hitungan menit, api membesar dan menjulang ke langit malam. Suara gemuruh material yang runtuh terdengar hingga radius beberapa ratus meter.
- Waktu kejadian: Sabtu malam, sekitar pukul 21.00 WITA
- Lokasi: Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah
- Status: Masih dalam penanganan petugas gabungan
Menurut keterangan saksi mata, angin kencang mempercepat perambatan api. Atap rumah adat yang berbahan alang-alang dan bambu membuat kobaran api sulit dikendalikan. Material kering itu terbakar dalam sekejap.
Evakuasi dan Upaya Pemadaman
Warga bahu-membahu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Ember, selang air, hingga alat pemukul api dikerahkan sebelum armada pemadam tiba. Sebagian warga fokus menyelamatkan barang berharga dan dokumen penting.
Petugas pemadam kebakaran dari Lombok Tengah dikerahkan ke lokasi. Beberapa unit mobil pemadam dikonfirmasi tiba tak lama setelah laporan diterima. Proses pendinginan titik api masih berlangsung hingga Minggu dini hari.
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ikut turun ke lapangan. Mereka membantu proses evakuasi sekaligus mengamankan kawasan terdampak.
Kampung Adat Sade
Kampung Sade dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lombok. Di kawasan ini berdiri puluhan rumah adat Suku Sasak yang masih mempertahankan arsitektur tradisional. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, sementara atapnya berserat alang-alang.
Rumah adat Sade juga menjadi pusat aktivitas masyarakat adat. Banyak warga menggantungkan hidup dari kunjungan wisatawan yang datang setiap hari. Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi denyut ekonomi dan pariwisata desa.
- Rumah adat dibangun tanpa paku, hanya pasak kayu
- Atap alang-alang sangat rentan terhadap api
- Kawasan ini merupakan ikon wisata budaya Lombok
Perkembangan Terbaru
Hingga Minggu (23/8) pagi, petugas masih melakukan pendinginan di sejumlah titik. Tim forensik kepolisian bersiap memeriksa lokasi untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, tetapi belum ada konfirmasi resmi.
Pihak desa membuka posko darurat bagi warga yang rumahnya terdampak. Bantuan logistik mulai berdatangan dari warga sekitar dan organisasi kemanusiaan. Warga yang kehilangan tempat tinggal sementara ditampung di rumah kerabat dan balai desa.
Kapolsek setempat mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi yang masih berasap. Potensi bangunan runtuh masih tinggi setelah api padam. Warga juga diminta melapor jika menemukan titik api susulan.
Kesiapsiagaan dan Imbauan
Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan rumah tradisional berbahan mudah terbakar. Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan langkah antisipasi bagi kawasan adat serupa. Pengadaan alat pemadam ringan dan pos pantau di titik rawan menjadi salah satu usulan warga.
Dinas pariwisata setempat berjanji melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerugian. Estimasi kerugian materiil masih dalam penghitungan. Data resmi akan dirilis setelah tim verifikasi selesai bekerja.
Perkembangan penanganan kebakaran akan terus diupdate seiring informasi terbaru dari lokasi. Publik diminta merujuk pada keterangan resmi pihak berwenang agar tidak terjadi simpang siur informasi. Situasi di Desa Rambitan kini dalam status siaga hingga api benar-benar padam dan penyebabnya terungkap.
Comments (0)