Monday, 24 August 2026 | 08:12 WIB

Kebakaran Hanguskan Rumah Adat Sade di Lombok Tengah

BARU SAJA — Kobaran api meluluhlantakkan kawasan rumah adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) malam. Kebakaran itu mulai terlihat sekitar...

Aug 24, 2026 - 06:29
0 0
Kebakaran Hanguskan Rumah Adat Sade di Lombok Tengah

BARU SAJA — Kobaran api meluluhlantakkan kawasan rumah adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) malam. Kebakaran itu mulai terlihat sekitar pukul 22.00 WITA.

Peristiwa ini langsung memicu kepanikan warga setempat. Sejumlah wisatawan yang tengah berada di kawasan itu juga ikut dievakuasi ke lokasi aman.

Rumah adat Sade merupakan ikon budaya suku Sasak yang terkenal di Lombok. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun sejumlah rumah adat dikabarkan hangus terbakar hingga tidak dapat dihuni lagi.

Kronologi Kebakaran

Api pertama kali terlihat dari salah satu unit rumah adat di bagian tengah permukiman. Saksi mata di lokasi melaporkan kobaran api membesar dalam hitungan menit.

Angin kencang pada malam itu mempercepat perambatan api ke rumah-rumah di sekitarnya. Material bangunan yang sebagian besar berbahan alami ikut menyulut cepatnya kobaran.

Warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil karena api terus membesar dengan cepat.

"Api muncul tiba-tiba dan langsung membesar. Semua warga panik dan berusaha menyelamatkan barang bawaan," kata seorang saksi mata di lokasi.

Proses evakuasi warga berlangsung dramatis. Anak-anak dan lansia menjadi prioritas untuk segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Upaya Pemadaman

Petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Lombok Tengah langsung diterjunkan ke lokasi. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.

Personel kepolisian dan TNI juga dikerahkan untuk membantu pengamanan lokasi. Mereka membantu mengatur arus warga dan mengamankan barang-barang milik warga.

Proses pemadaman berlangsung alot karena akses jalan yang sempit. Petugas harus menyemprotkan air dari jarak yang cukup jauh ke dalam permukiman.

Warga bersama petugas bahu-membahu memutus jalur api. Upaya ini dilakukan agar kobaran tidak merembet ke permukiman lain di Desa Rambitan.

Api berhasil dijinakkan setelah berjuang selama beberapa jam. Petugas kemudian melakukan pendinginan titik-titik api untuk mencegah kobaran kembali menyala.

Dampak dan Kerugian

Sejumlah rumah adat dilaporkan rusak parah akibat kebakaran ini. Pendataan jumlah unit yang hangus masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Rumah adat Sade memiliki keunikan arsitektur tradisional Sasak. Bangunannya dibuat tanpa paku, berdinding anyaman bambu, dan beratap alang-alang atau rumbia.

Keunikan itu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Kerusakan rumah adat tersebut dinilai menjadi pukulan besar bagi sektor pariwisata Lombok Tengah.

Selain rumah adat, sejumlah harta benda warga juga diperkirakan ikut terbakar. Nilai kerugian material hingga kini belum dapat ditaksir secara pasti.

Pemerintah daerah disebut akan segera melakukan pendataan menyeluruh. Bantuan darurat bagi warga terdampak juga sedang disiapkan oleh instansi terkait.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di salah satu rumah adat.

Namun dugaan itu belum dapat dipastikan. Tim identifikasi masih menunggu kondisi lokasi benar-benar dingin sebelum melakukan olah tempat kejadian perkara.

Petugas mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Pengecekan instalasi listrik secara berkala sangat disarankan untuk mencegah hal serupa.

Kebakaran ini menjadi peringatan penting bagi kawasan wisata budaya. Bangunan berbahan mudah terbakar membutuhkan sistem deteksi dini dan jalur evakuasi yang memadai.

Perkembangan Terakhir

Hingga Minggu (23/8) pagi, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif. Petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi.

Akses menuju kawasan permukiman rumah adat Sade sementara dibatasi. Wisatawan diimbau untuk tidak mendekati area yang masih dalam proses pendinginan.

Informasi lebih lanjut akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pihak berwenang memastikan penanganan pascakebakaran akan berjalan transparan. Korban terdampak dijamin mendapatkan pendampingan hingga masa pemulihan selesai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User