KDM Murka, Satpam Jatiluhur Tewas Terborgol Tanpa CCTV
PURWAKARTA, DETIK INI JUGA — Kematian tragis seorang satpam Bendungan Jatiluhur yang tangannya terborgol memicu kemarahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Absennya kamera pengawas di lokasi vital i...
PURWAKARTA, DETIK INI JUGA — Kematian tragis seorang satpam Bendungan Jatiluhur yang tangannya terborgol memicu kemarahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Absennya kamera pengawas di lokasi vital itu menjadi sasaran kritik pedas KDM.
Penemuan Jasad yang Mengguncang
Petugas keamanan Perum Jasa Tirta II tersebut ditemukan tak bernyawa pada Rabu dini hari di sekitar area waduk. Tangan korban terikat borgol, memunculkan dugaan kuat adanya tindak pidana pembunuhan. Namun, fakta mencolok langsung mencuat: di titik penemuan jasad tidak terpasang satu pun kamera CCTV.
Saksi mata yang enggan disebut namanya mengungkapkan, area tersebut memang gelap dan minim penerangan. “Biasanya hanya patroli rutin, tidak ada pengawasan elektronik,” ujarnya.
Kemarahan Gubernur Dedi Mulyadi
Begitu menerima laporan, Gubernur yang akrab disapa KDM itu langsung meluncur ke lokasi. Ia tak percaya bendungan strategis nasional itu tak dilindungi perangkat keamanan standar. “Saya heran, kejadian sepenting ini tidak terekam. Jelas ini kelalaian manajemen,” tegasnya.
Dalam peninjauan, Dedi Mulyadi menyoroti lemahnya sistem pengamanan yang mengancam aset negara. Ia meminta audit total di seluruh instalasi Jatiluhur.
- Lokasi: Bendungan Jatiluhur, Purwakarta
- Korban: Satpam Perum Jasa Tirta II, tewas terborgol
- Temuan: Tidak ada CCTV di TKP
- Respons Gubernur: Sidak, kritik tajam, desak audit
Keamanan Objek Vital Dipertanyakan
Ketiadaan CCTV di Bendungan Jatiluhur memunculkan tanda tanya besar tentang pengelolaan infrastruktur publik. Padahal, bendungan ini menjadi sumber air baku bagi jutaan warga di Jawa Barat dan DKI Jakarta. “Ini bukan perkara satu nyawa, tapi menyangkut keamanan nasional,” ujar KDM dengan nada meninggi.
Ia pun mendesak agar seluruh area rawan segera dipasang kamera pengawas dan penerangan memadai. “Jangan nunggu ada korban lagi. Segera benahi,” imbuhnya.
Desakan Penyelidikan Transparan
Gubernur meminta Kapolres Purwakarta untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu. Ia meminta rekaman dari sumber alternatif, seperti kamera milik warga atau kendaraan, dikumpulkan. “Kita butuh keadilan untuk korban dan keluarganya,” tegas Dedi Mulyadi.
Sementara itu, jajaran Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti dari lokasi. Motif pembunuhan masih didalami.
Manajemen Belum Beri Pernyataan
Hingga berita ini diturunkan, manajemen Perum Jasa Tirta II belum memberikan keterangan resmi. Seorang staf humas hanya menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar rapat internal. Tekanan publik terus mengalir agar perusahaan bertanggung jawab dan segera membenahi keamanan.
Gubernur mengancam akan mencabut jaminan operasional jika perbaikan tak kunjung dilakukan. “Ini peringatan terakhir. Keselamatan aset negara harus diutamakan,” pungkasnya.
Comments (0)