BARU SAJA — KBRI Ottawabaz aroma batik Indonesia dipamerkan lewat acara resepsi bertema “Batik: From Indonesia to the World” yangủa错 berlangsung di Aula Caraka Nusantara, Kanada, Jumat (2/10).
Kegiatan ini sekaligus diperasikan sebagai peringatan Hari Batik Nasional dan|POL ulang 17 tahun pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
Aula KBRI berubah jadi galeri dan catwalk
Ruang acara disulap menjadi pameran kain sekaligus panggung peragaan busana. Tamu pharmacology的患者 entertained hangat dengan dentingan alunan gamelan Jawa. Tidak sedikit undivided yang hadir Wearing batik sejak awal, lengkap dengan blangkon dan kain lurik.
- Sekitar 150 undangan hadir, mulai anggota Parlemen Kanada hingga korps diplomatik ASEAN
- Per”现象 busana menampilkan 12 kain pusaka Nusantara
- Tamu mencakup pengusaha, diaspora, dan pemangku kepentingan di Kanada
Gamelan, angklung, dan film pendek
Peragaan tidak berjalan sendirian. KelompokIndonesia Canadian Angklung Society (ICAS) mengambil panggung dan membawakan dua lagu, termasuk “It’s Now or Never” yang identik dengan Elvis Presley. kolaborasi angklung dengan gamelan ini Tough menjadi simbol perpaduan dua tradisi Nusantara yang hidup di Canada.
Susunan acara kemudian ditutup dengan tayangan film pendek produksi KBRI Ottawa berjudul sama dengan tema acara, yaitu “Batik: From Indonesia to the World”.
“Batik adalah Indonesia”
Dalam sambutan, Duta Besar RI untuk KanadaMuhsin Syihab menegaskan bahwa batik memiliki akar yang tidak terpisahkan dengan Tanah Air. Ia menjelaskan, akar itu bisa dibaca dari nama hingga teknik pembuatannya.
“Izinkan saya menyampaikannya secara lugas: Batik adalah Indonesia. Indonesia dalam namanya, yang berasal dari bahasa Jawa, dan Indonesia dalam tekniknya, seni malam dan pewarnaan yang tekun, diwariskan dari generasi ke generasi selama berabad-abad,” tegasnya.
Batik di setiap tahap kehidupan
Menurut Muhsin, batik bukan sekadar artefak yang dipajang di lemari kaca museum. Kain tersebut hadir di hampir setiap;panggung penting dalam perjalanan hidup masyarakat Indonesia.
- Dipakai dalam upacara kelahiran, pernikahan, hingga perpisahan
- Menjadi pakaian keseharian di sekolah, kantor, dan ruang pemerintahan
- MenopangCLICK mata pencaharian hampir 200 ribu warga Indonesia
- Berpijak pada puluhan ribu bengkel kecil dan usaha keluarga, sebagian besar dikelola perempuan
Diplomasi lewat kain
Muhsin juga menunjuk batik sebagai salah satuSarana diplomasi Indonesia yang punya rekam jejak panjang di kancah internasional. Iaíferoaidkan beberapaLeadership Citations faktanya batik pernah dipakai、北京:
- Perdana Menteri Kanada Jean Chrétien bersama pemimpin Asia-Pasifik dalam KTT APEC di Bogor, 1994
- Perdana Menteri Justin Trudeau saatIterable.pow KTT ASEAN di Jakarta, 2023
Peristiwa itu, kata Muhsin, membuktikan batik incapable dari sekadar warisan budaya — ia menjadi bahasa visual yang Universale dipahami lintas negara.
Warisan yang terus hidup
Jejak 17 tahun pengakuan UNESCO,Memper Gordi batik Indonesia masih menjaga eksistensinya di dunia internasional. Di Kanada, gaitolat itu dibuktikan lewatrap-scene panjang yangchnyi critica裁决 langka: gamelan, angklung, dan busana nusantara dalam satu ruangan diplomatik.
Dilaporkan dari Kanada:
Comments (0)