Sep 19, 2026
Hukum

KARACHI — Polisi Lacak Rekam Jejak Kripto Pengusaha Muda yang Tewas Tertembak

KARACHI, Beritatercepat.com — Kepolisian Karachi, Pakistan, berhasil mengamankan rekaman transaksi perdagangan aset kripto selama empat tahun terakhir mili

KARACHI — Polisi Lacak Rekam Jejak Kripto Pengusaha Muda yang Tewas Tertembak

KARACHI, Beritatercepat.com — Kepolisian Karachi, Pakistan, berhasil mengamankan rekaman transaksi perdagangan aset kripto selama empat tahun terakhir milik Mir Raza Ali (25), seorang pengusaha muda yang ditemukan tewas tertembak secara misterius di kawasan Gulistan-i-Jauhar. Langkah signifikan ini diambil penyidik guna menguak dugaan motif keuangan di balik kematian korban yang sempat memicu kontroversi publik.

Data riwayat transaksi finansial tersebut diperoleh pihak kepolisian setelah berkoordinasi intensif dengan Badan Penyelidikan Kejahatan Siber Nasional (NCCIA). Berdasarkan hasil penelusuran pada platform perdagangan digital Binance, korban diketahui sangat aktif menjalankan transaksi futures trading atau perdagangan kripto berjangka sejak tahun 2020.

Kronologi Penemuan Jasad dan Pengungkapan Kasus

Penyelidikan atas kematian Mir Raza Ali berjalan secara dramatis dan diwarnai pembentukan komisi khusus akibat dugaan kelalaian penanganan awal oleh otoritas setempat. Berikut adalah urutan kronologi kejadian yang dirangkum oleh tim redaksi:

  1. 28 Juli 2024: Mir Raza Ali dilaporkan hilang secara mendadak oleh pihak keluarga setelah mendadak putus kontak dan tidak bisa dihubungi.
  2. 29 Juli 2024: Jasad korban ditemukan di kawasan Gulistan-i-Jauhar dengan luka tembak fatal. Kepolisian setempat awalnya mencoba mengarahkan kasus ini sebagai tindakan bunuh diri.
  3. Awal Agustus 2024: Keluarga korban menolak keras klaim bunuh diri tersebut dan menuduh polisi berusaha menutup-nutupi fakta. Ahli Bedah Polisi Karachi, Dr. Summaiya Syed, mengonfirmasi adanya kejanggalan pada pola luka tembak korban.
  4. Tengah Agustus 2024: Pengadilan Tinggi Sindh (SHC) resmi membentuk Komisi Yudisial tunggal yang dipimpin oleh Hakim Omar Sial untuk menyelidiki kejanggalan kematian dan dugaan kelalaian prosedur kepolisian.
  5. Oktober 2024: Polisi meminta bantuan teknis dari NCCIA untuk meretas dan mengekstraksi data digital milik korban, termasuk akun obrolan WhatsApp dan portofolio keuangan.
  6. November 2024: Polisi resmi mengumumkan telah mendapatkan rekam jejak perdagangan kripto 4 tahun milik korban dari Binance.

Kesaksian Rekan Bisnis dan Dugaan Motif Keuangan

Sebelum bukti transaksi digital ini terungkap, rekan dekat korban bernama Abdul Hasem sempat dipanggil untuk memberikan kesaksian di hadapan Komisi Yudisial. Hasem membenarkan bahwa dirinya dan korban memang aktif melakukan perdagangan aset digital bersama-sama semasa hidupnya.

Kendati demikian, Hasem mengaku memilih berhenti dari dunia trading setelah mengalami kerugian finansial yang lumayan besar. Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa Mir Raza Ali justru terus melanjutkan aktivitas perdagangan tersebut dan meraih hasil yang cukup sukses.

"Catatan tersebut mengonfirmasi bahwa korban secara konsisten melakukan transaksi futures trading selama empat tahun terakhir. Kami terus mendalami apakah aktivitas finansial bernilai besar ini berkaitan langsung dengan motif pembunuhan," tegas seorang pejabat teras kepolisian Karachi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Penyidik Periksa Percakapan Digital Korban

Selain fokus mendalami aset digital di Binance, tim penyidik kepolisian Karachi bersama ahli siber NCCIA saat ini tengah mengekstraksi riwayat obrolan dari aplikasi WhatsApp milik korban. Penyelidik menduga kuat terdapat komunikasi krusial yang terjadi beberapa saat sebelum korban dilaporkan hilang pada akhir Juli lalu.

Pihak keluarga kini menaruh harapan besar pada proses persidangan di Komisi Yudisial. Penemuan bukti baru berupa riwayat transaksi aset kripto ini diharapkan dapat memberikan petunjuk terang untuk mengungkap dalang serta motif sebenarnya di balik pembunuhan pengusaha muda tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User