Sep 17, 2026
Hukum

Karachi Dilanda Bau Busuk Menyengat Akibat Pembusukan Alga Laut

Warga kota metropolitan Karachi, Pakistan, khususnya yang bermukim di dekat kawasan pesisir pantai, dikejutkan oleh kemunculan bau busuk yang sangat menyen

Karachi Dilanda Bau Busuk Menyengat Akibat Pembusukan Alga Laut

Warga kota metropolitan Karachi, Pakistan, khususnya yang bermukim di dekat kawasan pesisir pantai, dikejutkan oleh kemunculan bau busuk yang sangat menyengat pada Rabu pagi. Aroma tajam yang digambarkan mirip dengan bau anyir bangkai ikan tersebut menyebar luas di udara dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat.

Berdasarkan investigasi dan keterangan para pakar lingkungan, fenomena aroma tidak sedap ini disebabkan oleh kombinasi pembusukan mikroalga laut atau fitoplankton dalam jumlah masif, yang diperburuk oleh dinamika kondisi cuaca regional serta tingkat polusi udara perkotaan.

Kronologi Penyebaran Bau Anyir di Sepanjang Garis Pantai

Penyebaran bau menyengat tersebut terjadi secara bertahap dan terakumulasi hingga menyelimuti berbagai sudut kota melalui beberapa fase:

  1. Rabu Dini Hari: Terjadi penurunan kualitas udara di wilayah pesisir bersamaan dengan berakhirnya siklus sistem muson regional.
  2. Rabu Pagi: Warga di area pesisir mulai mencium bau anyir yang sangat menusuk hidung saat beraktivitas di luar rumah.
  3. Rabu Siang: Perubahan pola angin membawa massa udara beraroma busuk masuk lebih dalam ke kawasan pemukiman padat dan pusat perkotaan Karachi.

Penjelasan Ilmiah: Pembusukan Fitoplankton Pasca-Muson

Muhammad Moazzam Khan, penasihat teknis sumber daya laut di World Wide Fund for Nature-Pakistan (WWF-P), menegaskan bahwa bau anyir ini merupakan dampak langsung dari pembusukan alga laut mikroskopis yang dikenal sebagai fitoplankton. Ia menggarisbawahi bahwa peristiwa ini sejatinya merupakan proses biologis alamiah.

"Bau anyir yang menyengat ini adalah hasil dari pembusukan alga mikroskopis atau fitoplankton. Ini adalah fenomena alami yang kerap berlangsung ketika sistem muson berakhir pada pertengahan September, di mana kondisi laut mengalami perubahan signifikan," jelas Muhammad Moazzam Khan.

Fitoplankton sendiri hidup dan berkembang biak secara melimpah di lapisan atas laut hingga kedalaman 100 meter, yakni zona yang masih dapat ditembus oleh sinar matahari. Ketika musim muson mereda, populasi alga yang sebelumnya meledak tersebut mulai mati secara massal dan mengalami dekomposisi, sehingga melepaskan gas berbau menyengat ke lapisan atmosfer.

Faktor Dinamika Cuaca dan Kabut Polusi Memperparah Keadaan

Juru bicara Departemen Meteorologi Pakistan (PMD), Anjum Nazir Zaigham, serta pakar perubahan iklim Fatima Yamin mengungkapkan bahwa faktor meteorologi memegang peranan besar dalam mendistribusikan aroma tersebut ke seluruh penjuru kota.

Faktor-faktor atmosfer yang memperburuk kondisi tersebut meliputi:

  • Pusat Tekanan Rendah: Terbentuknya area tekanan rendah di lepas pantai Jamnagar, India, yang memicu sirkulasi angin berputar menuju pesisir Karachi.
  • Pembentukan Kabut Asap (Smog): Angin pembawa uap pembusukan laut tersebut bercampur dengan konsentrasi polusi udara kota, menciptakan lapisan kabut asap tebal.
  • Efek Penjebak Emisi: Kabut polusi memerangkap molekul bau, membuatnya bertahan lebih lama di daratan alih-alih terdispersi ke atmosfer bebas.

Dampak bagi Warga dan Perkiraan Pemulihan

Meskipun aroma yang ditimbulkan sangat mengganggu kenyamanan publik, pihak WWF-P menyampaikan bahwa kejadian serupa pernah teramati pada tahun 2024 dan tidak berpotensi menimbulkan bahaya toksik langsung jangka panjang. Otoritas memperkirakan bau busuk ini akan mereda dan menghilang secara bertahap dalam beberapa hari ke depan seiring pergantian pola angin dan tuntasnya siklus dekomposisi alga di laut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User