Kampung Tenggelam di Karian Muncul Kembali Setelah Tiga Tahun

LEBAK, DETIK INI JUGA — Reruntuhan bangunan dan jalan desa yang telah lama menghilang di dasar waduk akhirnya menampakkan diri. Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, untuk pertama kalinya men...

Jul 28, 2026 - 05:46
0 0
Kampung Tenggelam di Karian Muncul Kembali Setelah Tiga Tahun

LEBAK, DETIK INI JUGA — Reruntuhan bangunan dan jalan desa yang telah lama menghilang di dasar waduk akhirnya menampakkan diri. Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, untuk pertama kalinya menyingkap jejak permukiman yang ditenggelamkan sejak penggenangan massal tiga tahun silam.

Fenomena langka ini dipicu oleh kemarau ekstrem yang menggerus volume air bendungan secara drastis. Garis pantai buatan mundur puluhan meter, meninggalkan lanskap yang tak pernah disaksikan oleh mata manusia sejak pertengahan 2023. Sisa-sisa fondasi rumah, batang pohon kering, dan jalur aspal retak kini terhampar bagai peta kenangan yang membeku di lumpur.

Yang Muncul dari Dasar Waduk

Pantauan di lapangan menunjukkan struktur beton bekas sekolah dasar berdiri sebagian di tengah cekungan kering. Tiang listrik patah berserak, sementara reruntuhan masjid desa hanya menyisakan kubah yang kini tertutup lumut mati. Jalan poros desa sepanjang hampir satu kilometer kembali bisa dilintasi—meski hanya oleh jejak kaki dan ban sepeda motor warga yang penasaran.

“Saya melihat dapur rumah saya lagi,” ujar seorang mantan warga dengan suara bergetar saat menyusuri galian yang dulu menjadi halaman rumahnya. Aroma tanah basah bercampur sisa vegetasi membusuk menusuk sepanjang area yang terbuka. Di sudut lain, sumur tua yang pernah menjadi sumber air kini berdiri kering sebagai lubang gelap tanpa dasar.

Puluhan warga dari desa sekitar berbondong-bondong menyaksikan pemandangan yang disebut sebagian orang sebagai "kebangkitan hantu kampung." Mereka memotret, merekam, dan sebagian hanya berdiri diam menatap ke arah yang dulu menjadi kampung halaman leluhur mereka. Beberapa membawa serta anak-anak yang belum pernah melihat tanah kelahiran orang tua mereka sebelumnya.

Data Penurunan Air yang Mengkhawatirkan

Berdasarkan data pemantauan terkini, volume air Bendungan Karian menyusut hingga 42 persen dibandingkan kapasitas normal. Ini merupakan level terendah sejak bendungan diresmikan. Penurunan ini mengekspos tidak hanya kampung yang ditenggelamkan, tetapi juga bagian-bagian infrastruktur lama yang sebelumnya gagal dibersihkan secara total saat proses evakuasi dan pembebasan lahan.

“Kami belum pernah mencatat penurunan setajam ini,” jelas seorang petugas pemantau dari posko bendungan yang enggan disebutkan identitasnya. Pihak pengelola kini meningkatkan frekuensi inspeksi untuk memantau dampak lanjutan dari surutnya air terhadap stabilitas struktur bendungan utama.

Antara Kenangan dan Krisis

Kemunculan kampung tenggelam ini membuka dua sisi sekaligus: nostalgia bagi para mantan penghuni yang direlokasi, dan alarm bagi pemerintah daerah. Bendungan Karian merupakan infrastruktur vital yang memasok air baku ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Jika tren penyusutan berlanjut tanpa hujan signifikan dalam beberapa pekan ke depan, risiko krisis air bersih akan membayangi jutaan penduduk hilir.

Pemerintah Kabupaten Lebak menyatakan tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai untuk memetakan langkah darurat. Sementara itu, fenomena ini menjadi objek dokumentasi tak resmi oleh para peneliti dan penghobi fotografi yang ingin mengabadikan momen sebelum air kembali naik dan menelan semuanya untuk kedua kalinya.

UPDATE: Pantauan terbaru menunjukkan bahwa permukaan air masih terus turun rata-rata 3 hingga 5 sentimeter per hari. Belum ada tanda-tanda hujan deras yang cukup untuk mengisi kembali kapasitas bendungan ke level aman. Warga diimbau tetap waspada dan tidak memasuki struktur bangunan yang rapuh karena berisiko ambruk sewaktu-waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User