Kampung Tenggelam di Bendungan Karian Muncul Akibat Kemarau Ekstrem

LEBAK, DETIK INI JUGA — Air Bendungan Karian surut drastis. Kemarau panjang memaksa sisa-sisa kampung yang puluhan tahun tenggelam kembali menyembul ke permukaan.Situasi TerkiniPermukaan air turun h...

Jul 27, 2026 - 22:45
0 0
Kampung Tenggelam di Bendungan Karian Muncul Akibat Kemarau Ekstrem

LEBAK, DETIK INI JUGA — Air Bendungan Karian surut drastis. Kemarau panjang memaksa sisa-sisa kampung yang puluhan tahun tenggelam kembali menyembul ke permukaan.

Situasi Terkini

Permukaan air turun hingga 14 meter dari batas normal. Fondasi rumah, bekas jalan desa, dan kerangka masjid lama tampak jelas di area yang biasanya hanya riak air. Pengelola bendungan mencatat ini penurunan terdalam dalam lima tahun terakhir.

  • Lokasi: Desa eks-Karian, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak
  • Penurunan air: 14 meter sejak awal Juli 2026
  • Luas area yang terekspos: sekitar 120 hektare
  • Objek terlihat: fondasi 80+ bangunan, jalan aspal, sumur tua

Kronologi Singkat

Bendungan Karian diresmikan tahun 2017. Tiga dusun—Karian, Cilangkap, dan Cimanggu—direlokasi saat penggenangan. Kini, kekeringan memaksa memori itu mencuat lagi.

Saksi Mata Bicara

Ujang (54), mantan warga Kampung Karian, tak kuasa menahan haru. “Saya lihat bekas dapur rumah nenek saya. Rasanya seperti kembali ke masa lalu, tapi dengan dada sesak,” katanya saat ditemui di tepi surutan Selasa siang.

Petugas BBWS C3 juga memasang garis polisi darurat. Warga dilarang memasuki zona rawan karena lumpur dan potensi longsor.

Dampak dan Respons

  • Pasokan air irigasi ke ribuan hektare sawah di Lebak selatan terganggu.
  • PDAM setempat mengurangi jam distribusi air bersih hingga 40 persen.
  • BPBD Lebak menyiagakan 14 personel dan dua perahu karet untuk evakuasi jika situasi memburuk.

Kepala BPBD menyebut fenomena ini sebagai “museum alami”. Pihaknya berencana mendokumentasikan sisa permukiman sebelum air kembali naik.

Peringatan Pakar

Hidrolog dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengingatkan bahwa surutan ekstrem ini bisa menandai siklus kemarau yang makin tajam. “Bendungan kehilangan volume efektif. Jika hujan tak kunjung turun hingga September, krisis air bisa meluas,” jelasnya.

Saat ini, pengelola hanya bisa memantau. Satu-satunya harapan: hujan. Sementara itu, kampung hantu di dasar Karian terus berbicara tentang masa lalu yang tak mau benar-benar pergi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User