JAKARTA - BREAKING. Dishub DKI Jakarta mengonfirmasi kajian teknis pemasangan pelican crossing di lokasi JPO Tendean, Jakarta Selatan, akan rampung dalam hitungan hari. JPO tersebut dibongkar setelah nyaris roboh ditabrak truk beberapa waktu lalu.
UPDATE. Proses pembongkaran struktur JPO di Jalan Kapten Tendean masih berlangsung hingga Selasa (14/7). Petugas gabungan bekerja membersihkan rangka besi yang rusak parah. Jalan Tendean arah Blok M masih ditutup sebagian untuk mendukung proses evakuasi material.
Kronologi Singkat
- JPO Tendean ditabrak truk hingga struktur utama rusak
- Tim teknis memutuskan pembongkaran total
- Dishub DKI langsung mengkaji pengganti sementara
- Pelican crossing dipilih sebagai solusi cepat
Mengapa Pelican Crossing?
Pelican crossing menjadi opsi utama karena konstruksinya sederhana dan tidak memerlukan pembangunan infrastruktur besar. Fasilitas ini menggunakan tombol aktivasi dan lampu sinyal merah-hijau untuk mengatur arus pejalan kaki.
Dishub DKI menilai pelican crossing lebih fleksibel dibanding JPO permanen. Pemasangan bisa dilakukan dalam waktu relatif singkat tanpa mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.
Dampak ke Pengguna Jalan
Kemacetan parah terjadi di koridor Tendean sejak JPO dibongkar. Pejalan kaki terpaksa berjalan memutar hingga 200 meter untuk menemukan titik penyeberangan aman. Waktu tempuh kendaraan dari arah Blok M meningkat drastis.
- Waktu tempuh kendaraan naik rata-rata 30 menit
- Pejalan kaki kesulitan menyeberang
- Bus TransJakarta alami penumpukan penumpang
- Warga sekitar keluhkan debu proyek
Respons Dishub DKI
Kepala Dishub DKI melalui keterangan pers menyatakan kajian mencakup tiga aspek utama: keselamatan pejalan kaki, kapasitas arus penyeberangan, dan integrasi dengan moda transportasi publik.
"Kami targetkan kajian selesai pekan ini. Jika semua aspek terpenuhi, pemasangan bisa dimulai akhir bulan," ujar sumber Dishub yang dikonfirmasi.
Target rampung kajian: 1-2 hari ke depan.Target pemasangan: akhir Juli 2026.
Harapan Warga
Warga Tendean berharap fasilitas penyeberangan baru segera terpasang. Kasus truk menabrak JPO menjadi peringatan serius bagi pengemudi kendaraan berat di Jakarta.
Pengamat transportasi menilai insiden ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap kendaraan besar yang melintas di jalur perkotaan. Regulasi ketinggian kendaraan perlu diperketat.
BREAKING NEWS. Pantauan di lapangan menunjukkan petugas masih berjaga di sekitar lokasi bekas JPO. Pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif hingga proses pembongkaran selesai sepenuhnya.
Comments (0)