Sep 17, 2026
Jawa Tengah

JEPARA — Sebanyak 118 Siswa dan Guru Diduga Keracunan Makanan MBG

BERITATERCEPAT.COM, JEPARA — Sebanyak 118 orang yang terdiri atas 106 siswa dan 12 tenaga pendidik di tiga sekolah dasar/menengah di wilayah Kabupaten Jepa

JEPARA — Sebanyak 118 Siswa dan Guru Diduga Keracunan Makanan MBG

BERITATERCEPAT.COM, JEPARA — Sebanyak 118 orang yang terdiri atas 106 siswa dan 12 tenaga pendidik di tiga sekolah dasar/menengah di wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat dugaan keracunan makanan. Insiden ini terjadi usai para korban mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke sekolah mereka.

Peristiwa tersebut langsung memicu kepanikan pihak sekolah dan para orang tua wali murid. Para korban dilaporkan mengalami serangkaian gejala klinis serupa selang beberapa jam setelah menyantap makanan paket makan siang bergizi tersebut.

Kronologi dan Urutan Kejadian

Berdasarkan data yang dihimpun tim medis dan pihak sekolah di lapangan, alur kejadian perkara dugaan intoksikasi pangan massal ini berlangsung dalam beberapa tahapan:

  1. Pukul 10.30 WIB: Paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba dan dibagikan secara serentak kepada para siswa serta jajaran guru di tiga sekolah sasaran program.
  2. Pukul 11.00 - 11.45 WIB: Seluruh siswa dan dewan guru menyantap hidangan makan siang yang berisi nasi, lauk pauk olahan hewani, sayur, serta buah.
  3. Pukul 13.30 WIB: Sejumlah siswa mulai mengeluhkan keluhan fisik seperti pusing berat, rasa mual tak tertahankan, hingga muntah berulang di ruang kelas.
  4. Pukul 14.30 WIB ke atas: Jumlah korban bertambah secara eksponensial mencakup puluhan siswa lain dan belasan guru dengan keluhan tambahan berupa sakit perut melilit serta diare akut.
  5. Pukul 15.00 WIB: Evakuasi massal dilakukan menggunakan ambulans dan kendaraan darurat menuju Puskesmas serta rumah sakit terdekat untuk penanganan intensif.
"Kami langsung bergerak cepat mengerahkan seluruh unit pelayanan medis terdekat untuk memberikan penanganan pertama berupa rehidrasi dan terapi simptomatik agar kondisi korban tidak memburuk," ujar juru bicara penanganan darurat setempat.

Penanganan Medis dan Investigasi Sampel

Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara bergerak cepat dengan mendirikan posko pelayanan darurat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Langkah-langkah strategis segera dijalankan guna mengidentifikasi penyebab pasti insiden:

  • Pemeriksaan Klinis dan Observasi: Pasien dengan dehidrasi sedang hingga berat segera dipasangi infus cairan elektrolit untuk mencegah syok hipovolemik. Sebagian besar pasien rawat jalan mulai stabil setelah mendapatkan obat antiemetik.
  • Pengambilan Sampel Pangan: Tim epidemiologi telah mengamankan sisa sampel makanan, bahan baku mentah dari dapur katering penyedia, serta sampel muntahan korban untuk diuji di laboratorium kesehatan.
  • Pemeriksaan Sanitasi Dapur: Petugas memeriksa standar higienitas dan sanitasi vendor penyedia jasa boga yang memenangkan tender penyediaan makanan MBG di wilayah tersebut.

Evaluasi Menyeluruh Standar Keamanan Pangan

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga bersama instansi terkait memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi katering dari vendor terkait hingga hasil laboratorium resmi diumumkan. Evaluasi ketat terhadap tata kelola penyimpanan bahan baku, proses pengolahan, hingga jeda waktu distribusi makanan menjadi perhatian utama guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User