Sep 19, 2026
Nasional

JEPANG — Hujan Deras Picu Banjir Parah di Nagoya dan Gifu

NAGOYA — Cuaca ekstrem kembali melanda kawasan tengah Jepang setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah Prefektur Aichi dan Prefektur Gifu.

JEPANG — Hujan Deras Picu Banjir Parah di Nagoya dan Gifu

NAGOYA — Cuaca ekstrem kembali melanda kawasan tengah Jepang setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah Prefektur Aichi dan Prefektur Gifu. Kota Nagoya, yang merupakan salah satu pusat ekonomi dan transportasi terbesar di Negeri Sakura, mengalami dampak terparah akibat genangan air yang merendam jalan-jalan utama, stasiun kereta api, hingga permukiman warga. Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan peringatan darurat tingkat tinggi terkait potensi banjir susulan dan tanah longsor di sepanjang kawasan pesisir dan pegunungan tersebut.

Bencana ini dipicu oleh pergerakan sistem tekanan udara rendah yang membawa massa udara hangat dan lembap dari Samudra Pasifik, sehingga memicu pembentukan awan kumulonimbus raksasa secara intensif. Menurut laporan resmi pihak berwenang setempat, intensitas curah hujan di beberapa wilayah Aichi tercatat menembus angka lebih dari 120 milimeter per jam, sebuah rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir di kawasan tersebut. Kondisi ini membuat sistem drainase kota tidak mampu menampung luapan air yang datang secara mendadak.

Kronologi Terjadinya Banjir Bandang di Nagoya dan Sekitarnya

Peningkatan curah hujan mulai menunjukkan gejala kritis sejak dini hari dan mencapai puncaknya pada Selasa siang. Berikut adalah urutan kejadian utama berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana setempat:

  1. Pukul 05.00 JST: JMA merilis peringatan dini curah hujan tinggi untuk wilayah Prefektur Aichi dan Gifu akibat pergerakan front cuaca aktif.
  2. Pukul 09.30 JST: Luapan Sungai Shonai dan Sungai Nikko mulai melompati tanggul penahan air, menggenangi kawasan perumahan di pinggiran Nagoya.
  3. Pukul 12.00 JST: Stasiun kereta bawah tanah Nagoya mengalami genangan air setinggi 50 sentimeter, menghentikan operasional sejumlah jalur utama.
  4. Pukul 14.30 JST: Pemerintah daerah menerbitkan perintah evakuasi bagi lebih dari 150.000 penduduk di wilayah rentan longsor dan banjir.

Dampak Infrastruktur dan Kelumpuhan Akses Transportasi

Akibat genangan air yang meluas, mobilitas masyarakat di Nagoya dan Gifu lumpuh total. Kereta cepat Tokaido Shinkansen sempat menghentikan sementara layanannya untuk rute Shin-Osaka hingga Tokyo demi keselamatan penumpang. Jalur tol utama yang menghubungkan Prefektur Aichi dengan prefektur tetangga juga ditutup untuk semua jenis kendaraan akibat jarak pandang terbatas dan titik genangan yang membahayakan.

Berikut adalah rincian data dampak banjir di dua prefektur utama yang terdampak cuaca buruk ini:

Prefektur Terdampak Estimasi Curah Hujan Warga Dievakuasi Fasilitas Terdampak Utama
Aichi (Nagoya) 120 mm/jam 110.000 jiwa Stasiun Kereta, Jalan Tol, Permukiman Kota
Gifu 95 mm/jam 45.000 jiwa Jalur Kereta Lokal, Akses Pegunungan, Jembatan

Analisis Pakar dan Imbauan Kewaspadaan Pemerintah

Para pengamat cuaca menilai fenomena ini sebagai dampak nyata dari peningkatan suhu permukaan laut yang memicu pembentukan linear precipitation zone (zona presipitasi linier). Fenomena meteorologi ini dikenal sangat berbahaya karena mampu menjatuhkan volume air dalam jumlah raksasa pada satu titik lokasi secara terus-menerus dalam durasi yang relatif singkat.

"Fenomena hujan ekstrem yang terkonsentrasi di kawasan Aichi dan Gifu ini menunjukkan betapa rentannya wilayah perkotaan terhadap perubahan pola atmosfer global. Infrastruktur tanggul dan drainase harus segera dievaluasi total," ujar Prof. Kenji Takahashi, pakar klimatologi dari Universitas Nagoya.

Pemerintah Jepang mengimbau seluruh warga di kawasan terdampak untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dan tidak nekat menerobos genangan air dengan kendaraan pribadi. Petugas penyelamat gabungan dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) telah diterjunkan ke titik-titik krusial guna mengevakuasi lansia serta warga yang terjebak di dalam bangunan terisolasi.

Hujan intensitas hingga 120 mm/jam melumpuhkan transportasi bawah tanah dan meluapkan sungai utama. Ribuan warga kini dievakuasi. Baca selengkapnya di Beritatercepat.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User