Jenazah Dokter Internship Tewas Jatuh dari Apartemen Dibawa Keluarga ke Makassar
JAKARTA – Jenazah dr. SZM, dokter internship yang tewas setelah jatuh dari lantai 18 sebuah apartemen di Kuningan, Jakarta Selatan, langsung diterbangkan ke kampung halamannya di Makassar, Sulawesi ...
JAKARTA – Jenazah dr. SZM, dokter internship yang tewas setelah jatuh dari lantai 18 sebuah apartemen di Kuningan, Jakarta Selatan, langsung diterbangkan ke kampung halamannya di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa malam (24/6/2025). Keluarga korban yang terpukul hebat mengawal langsung pemulangan jenazah begitu identifikasi rampung.
Kronologi Penemuan
Insiden nahas terjadi Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB. Saksi mata melaporkan mendengar suara benturan keras dari area basement. Petugas keamanan langsung memeriksa dan menemukan tubuh perempuan muda tergeletak tak bernyawa. Tim darurat segera dipanggil, namun nyawa korban sudah tidak tertolong. Polisi langsung memasang garis polisi dan mengamankan TKP. Apartemen bertingkat 30 itu mendadak menjadi pusat perhatian.
Korban teridentifikasi sebagai dokter magang yang baru dua bulan menjalani program internship di salah satu rumah sakit besar Jakarta. Ia diketahui menempati unit di lantai 18. “Luka parah di sekujur tubuh konsisten dengan jatuh dari ketinggian,” ungkap petugas kepolisian yang enggan disebut namanya.
Respons Keluarga
Kabar duka itu langsung menghantam keluarga di Makassar. Beberapa jam berselang, sejumlah kerabat terbang ke Jakarta dan menuju rumah sakit. “Ibu korban histeris saat tiba, kami semua masih syok,” ujar seorang kerabat. Pihak keluarga memohon privasi selama masa berkabung.
Setelah pemeriksaan medis dan administrasi selesai, jenazah diterbangkan ke Makassar menggunakan pesawat komersial. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di pemakaman keluarga pada Rabu pagi. Rumah sakit tempat korban magang menyampaikan belasungkawa mendalam dan berkomitmen memberi dukungan penuh.
Penyelidikan Masih Berjalan
Polisi belum memastikan penyebab pasti jatuhnya korban. “Kami selidiki apakah ini kecelakaan, bunuh diri, atau ada unsur pidana lain,” tegas Kasat Reskrim setempat. Tim Inafis telah mengamankan sejumlah barang bukti dari kamar korban dan lokasi jatuh. Rekaman CCTV apartemen tengah diteliti untuk merekonstruksi detik-detik terakhir korban. Ponsel dan riwayat komunikasi korban juga akan diperiksa.
Rekan sejawat korban di rumah sakit mengenangnya sebagai pribadi ceria dan berdedikasi. “Dia baik sekali, rajin, dan suka membantu. Kami sangat kehilangan,” kata seorang teman dekat. Sementara itu, manajemen apartemen menolak berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. Hingga berita ini diturunkan, kepolisian terus mendalami kasus dan akan memberi perkembangan terbaru setelah penyelidikan menemui titik terang.
Comments (0)