JAKARTA — Pihak kejaksaan Jerman secara resmi mengarahkan tuduhan kepada otoritas negara Ukraina sebagai dalang di balik insiden ledakan pipa gas Nord Stream yang terjadi pada tahun 2022. Jaringan pipa bawah laut yang vital itu sebelumnya menjadi penghubung utama pasokan energi dari Rusia ke kawasan Eropa.
Laporan kami mengungkapkan, langkah hukum terbaru ini berpotensi mempersulit hubungan diplomatik yang selama ini terjalin erat antara Ukraina dan Jerman, terutama mengingat posisi Jerman sebagai sala
Laporan kami mengungkapkan, langkah hukum terbaru ini berpotensi mempersulit hubungan diplomatik yang selama ini terjalin erat antara Ukraina dan Jerman, terutama mengingat posisi Jerman sebagai salah satu pendukung utama bantuan militer bagi Kyiv. Serangan dengan bahan peledak di perairan Laut Baltik tersebut telah memorak-porandakan tiga dari empat jalur pipa dasar laut dan melepaskan emisi gas metana dalam jumlah sangat signifikan ke atmosfer.
Dakwaan Tersangka dan Keterlibatan Militer
Dalam pengembangan investigasi terbaru, jaksa Jerman mengajukan dakwaan terhadap seorang tersangka utama. Dalam pernyataan resminya, terungkap bahwa aksi perusakan tersebut tidak dilakukan secara sporadis, melainkan terstruktur.
Menurut dokumen dakwaan yang dikutip media kami pada Kamis (2/7/2026), tersangka bersama sejumlah personel militer Ukraina lainnya dilaporkan bertindak berdasarkan rantai komando yang jelas. Mereka dituduh menjalankan misi tersebut "atas perintah otoritas negara di Ukraina".
"Tersangka dan para anggota militer Ukraina lainnya telah bertindak atas perintah otoritas negara di Ukraina," demikian pernyataan resmi jaksa Jerman yang diterima media kami.
Ledakan Dahsyat di Dasar Laut Baltik
Insiden yang terjadi pada September 2022 silam ini merupakan salah satu aksi sabotase infrastruktur energi terbesar di era modern. Ledakan dahsyat tersebut menghancurkan jaringan pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 yang membentang di dasar Laut Baltik. Meski investigasi internasional telah berlangsung selama bertahun-tahun, perkembangan terbaru dari jaksa Jerman ini menjadi pernyataan paling eksplisit yang melibatkan otoritas negara lain secara langsung.
Media kami mencatat, kebocoran besar yang diakibatkan oleh ledakan tersebut tidak hanya memutus jalur pasokan gas dari Rusia ke Jerman, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran ekologis yang serius. Sejumlah negara sebelumnya telah melakukan penyelidikan, namun informasi yang muncul sering kali tertutup oleh kabut geopolitik yang tebal antara Rusia dan blok Barat.
Langkah Jerman yang kini secara terbuka menuding otoritas Ukraina diperkirakan akan memicu gelombang reaksi politik yang tajam di Eropa, khususnya di tengah dinamika perang yang masih berkecamuk.
Comments (0)