Jakarta – Pernyataan mengejutkan datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengklaim bahwa Presiden ke-7 RI
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyampaikan pesan tersebut dalam sebuah komunikasi internal partai. Menurutnya, Jokowi menitipkan pesan khusus agar PSI menjadi kekuatan politik yang konsisten mendampi
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyampaikan pesan tersebut dalam sebuah komunikasi internal partai. Menurutnya, Jokowi menitipkan pesan khusus agar PSI menjadi kekuatan politik yang konsisten mendampingi dan mengawal duet Prabowo-Gibran tidak hanya pada periode pertama, tetapi juga pada pemerintahan berikutnya. Klaim ini mencuat di tengah dinamika politik yang masih hangat pasca-pelantikan, sekaligus membuka spekulasi tentang arah dukungan Jokowi terhadap keberlanjutan pemerintahan saat ini.
Sikap PKB: Jawab Suara Rakyat
Berbeda dengan PSI yang terang-terangan menyebut arahan Jokowi, PKB memilih bersikap lebih hati-hati. Ketua DPP PKB, Daniel Johan, menegaskan bahwa partainya tidak bisa serta-merta mengikuti klaim atau komunikasi internal partai lain. “Itu keputusan dan komunikasi internal mereka, sementara PKB saat ini fokus memastikan agar program-program pemerintahan bisa berjalan dengan baik sekaligus mampu menjawab harapan dan suara rakyat yang saat ini bergema,” ujar Daniel saat dihubungi media kami, Sabtu (20/6/2026).
“PKB saat ini fokus memastikan agar program-program pemerintahan bisa berjalan dengan baik sekaligus mampu menjawab harapan dan suara rakyat yang saat ini bergema.”
Pernyataan Daniel Johan menegaskan bahwa PKB, sebagai salah satu partai pengusung pemerintahan, lebih mengutamakan kinerja nyata ketimbang perdebatan tentang periode kekuasaan. Ia menyiratkan bahwa partainya tidak ingin terjebak dalam wacana politik jangka panjang yang belum tentu sejalan dengan kebutuhan mendesak rakyat. “Kami mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan harapan rakyat di lapangan. Itu yang menjadi prioritas kami, bukan soal siapa mendukung siapa untuk dua periode,” tambahnya.
Asta Cita Jadi Fokus Utama
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) yang lebih memilih fokus mewujudkan Asta Cita, program utama pemerintahan Prabowo-Gibran. Seperti diberitakan sebelumnya, PAN enggan berkomentar banyak soal arahan Jokowi dan memilih memastikan program-program strategis berjalan tepat sasaran. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan pendekatan di antara partai-partai koalisi dalam merespons klaim arahan politik dari Jokowi.
Pengamat politik menilai perbedaan respons ini mencerminkan realitas koalisi pemerintahan yang cair. Di satu sisi, PSI mencoba memposisikan diri sebagai penerus setia “garis politik” Jokowi, sementara PKB dan PAN lebih mengedepankan kinerja dan respons terhadap suara rakyat sebagai pijakan utama. Hingga saat ini, pihak Istana belum memberikan komentar resmi terkait klaim yang disampaikan oleh PSI.
Comments (0)