Sep 19, 2026
Hukum

JAKARTA — LPP RRI Perkuat Peran Tri Prasetya di Era Digital

Di balik gemuruh gelombang radio yang melintasi pelosok nusantara, terpatri sebuah janji luhur yang tak pernah padam sejak 11 September 1945. Radio Republi

JAKARTA — LPP RRI Perkuat Peran Tri Prasetya di Era Digital

Di balik gemuruh gelombang radio yang melintasi pelosok nusantara, terpatri sebuah janji luhur yang tak pernah padam sejak 11 September 1945. Radio Republik Indonesia (RRI), sebagai benteng penyiaran tertua di Tanah Air, terus merawat nyala api perjuangan bangsa melalui ikrar keramat yang dikenal sebagai Tri Prasetya. Pedoman ini bukan sekadar kalimat di atas kertas, melainkan fondasi moral dan operasional bagi seluruh Angkasawan dan Angkasawati dalam menjalankan fungsi penyiaran publik yang berintegritas.

Sejak detik-detik awal kemerdekaan, RRI bertindak sebagai sarana komunikasi vital yang memecah barikade informasi penjajah. Kini, di tengah gempuran arus digitalisasi dan lonjakan disinformasi di media sosial, nilai-nilai dasar Tri Prasetya kembali ditegaskan sebagai komando utama perjuangan insan penyiaran nasional untuk memperkokoh persatuan rakyat.

Relevansi Tri Prasetya dari Masa Kemerdekaan hingga Era Digital

Perjalanan sejarah mencatat bahwa keberadaan RRI tidak dapat dipisahkan dari dinamika pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Memasuki usia penyiaran modern saat ini, tantangan yang dihadapi RRI telah bergeser secara signifikan, dari yang semula perang fisik pertahanan infrastruktur menjadi pertarungan kedaulatan informasi di ruang digital.

Manajemen Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI menekankan bahwa adaptasi teknologi tidak boleh sedikit pun mengikis roh integritas organisasi. Tri Prasetya menuntut setiap jurnalis dan penyiar RRI untuk tetap berdiri teguh di atas kepentingan nasional, menjaga netralitas, serta memperkokoh persatuan bangsa di tengah pluralisme masyarakat.

"Tri Prasetya adalah benteng integritas kita bersama. Perubahan teknologi dan transformasi media sosial mewajibkan pergeseran pola pikir (mindset), namun komitmen terhadap persatuan NKRI dan independensi penyiaran adalah harga mati yang tak bisa ditawar," tegas jajaran Direksi LPP RRI dalam memperingati arah kebijakan lembaga.

Perbandingan Peran Perjuangan Insan RRI

Untuk memahami bagaimana landasan морал ini bertransformasi, berikut adalah gambaran perbandingan peran dan fokus perjuangan insan RRI dari masa ke masa:

Indikator Perjuangan Era Kemerdekaan (1945) Era Digital & Modern
Fokus Utama Merebut dan menyelamatkan alat siaran radio dari penguasa asing. Menguasai platform digital (aplikasi, portal berita, media sosial).
Misi Utama Menyebarkan proklamasi dan membakar semangat juang rakyat. Melawan disinformasi/hoaks dan merawat keberagaman NKRI.
Sasaran Audiens Masyarakat pejuang melalui radio gelombang pendek dan menengah. Generasi muda dan publik luas lintas platform terintegrasi.

Menginternalisasi Tiga Janji Utama Angkasawan

Secara esensial, Tri Prasetya RRI mengikat seluruh elemen lembaga dalam tiga tekad baja. Pertama, kewajiban untuk menyelamatkan segala alat siaran radio dari siapa pun yang hendak menyalahgunakannya. Kedua, mengemban tugas penyiaran sebagai sarana perjuangan dan alat persatuan nasional. Ketiga, memposisikan RRI sebagai media independen yang senantiasa mengabdi kepada kepentingan negara dan rakyat Indonesia.

Tugas para Angkasawan dan Angkasawati masa kini adalah menafsirkan janji tersebut dalam konteks kekinian. Menyelamatkan 'alat siaran' di abad ke-21 berarti menjaga kedaulatan data, keandalan infrastruktur digital, serta kualitas konten siaran agar tetap bersih dari agenda politik praktis maupun kebohongan publik.

Dengan komitmen yang terus dipelihara, RRI melangkah mantap sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang tepercaya, edukatif, dan perekat bangsa. Tri Prasetya bukan sekadar catatan sejarah, melainkan kompas penuntun bagi insan penyiaran dalam mengawal masa depan Indonesia.

Tri Prasetya bukan sekadar warisan sejarah, melainkan kompas moral bagi Angkasawan dan Angkasawati RRI dalam mengawal kedaulatan informasi nasional. Baca artikel lengkapnya di Beritatercepat.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User