JAKARTA — Perjalanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua tahun terakhir menampilkan gambaran lengkap tentang ketahanan pasar modal Indonesia. Dari perdagangan yang berjalan hati-hati di tengah pandemi hingga pencatatan belasan perusahaan baru, Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi saksi bisu dinamika ekonomi yang luar biasa. Data resmi bursa mencatat IHSG mengakhiri tahun 2022 pada level 6.850,62, sebuah capaian yang dirangkai melalui perjalanan panjang sejak level 5.134 pada pertengahan 2020.
Oktober 2020: Saham Dibuka di Dua Arah di Tengah Pandemi
Suasana Gedung BEI pada Rabu (14/10/2020) masih terasa sepi dibandingkan hari-hari perdagangan normal sebelum pandemi. Para pekerja melintas di depan layar digital pergerakan saham dengan wajah terbungkus masker, menggambarkan protokol kesehatan yang saat itu masih berlaku ketat.
Pada sesi prapembukaan perdagangan hari itu, IHSE justru bergerak tipis. Indeks naik 2,09 poin atau 0,04 persen ke posisi 5.134,66. Angka yang terbilang kecil ini merepresentasikan sentimen pasar yang terbelah — investor masih ragu untuk masuk lebih dalam di tengah ketidakpastian pemulihan ekonomi global akibat Covid-19.
"Gerakan tipis di dua arah pada masa itu mencerminkan sikap tunggu dan lihat para pelaku pasar, yang menimbang kebijakan stimulus global terhadap risiko gelombang baru pandemi," ujar sejumlah analis pasar yang memantau pergerakan indeks saat itu.
Dua Tahun Berlalu: Gelombang IPO Mewarnai 2022
Berbeda dengan suasananya pada 2020, tahun 2022 justru menjadi momen kebanggaan bagi bursa dalam negeri. PT Bursa Efek Indonesia mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022.
- 59 emiten baru melantai di bursa sepanjang tahun 2022
- IHSG ditutup pada level 6.850,62 di akhir tahun 2022
- Penutupan akhir tahun melemah 0,14 persen atau 9,46 poin
- Level pembukaan prapasar Oktober 2020 hanya di angka 5.134,66
Fenomena ramainya IPO ini menunjukkan kepercayaan korporasi Indonesia terhadap pasar modal sebagai alternatif pendanaan. Sektor teknologi, kesehatan, hingga energi terbarukan turut meramaikan lantai bursa sepanjang tahun tersebut.
30 Desember 2022: Penutupan Lesu Mengakhiri Tahun
Kemeriahan pencatatan emiten baru tidak sepenuhnya tercermin pada pergerakan indeks. Dalam acara Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022), karyawan melintasi layar besar yang menampilkan angka IHSG yang tertekan.
Indeks ditutup lesu 0,14 persen atau 9,46 poin ke posisi 6.850,62. Pelemahan tipis ini dipicu oleh aksi ambil untung investor menjelang libur panjang akhir tahun, di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia dan kenaikan suku bunga bank sentral global.
- Oktober 2020 — IHSG dibuka tipis di dua arah, naik 2,09 poin ke 5.134,66 di tengah pandemi
- 2021-2022 — Pemulihan ekonomi mendorong gelombang pencatatan saham perusahaan baru
- Sepanjang 2022 — Sebanyak 59 perusahaan melakukan IPO atau pencatatan saham di BEI
- 30 Desember 2022 — IHSG ditutup melemah 0,14 persen ke level 6.850,62 dalam penutupan tahunan
Meski ditutup melemah pada hari terakhir perdagangan, secara keseluruhan perjalanan IHSG dari titik terendah masa pandemi hingga akhir 2022 tetap menunjukkan tren pemulihan yang signifikan. Kenaikan lebih dari 1.700 poin dalam kurun waktu dua tahun menjadi catatan penting bagi perkembangan pasar modal nasional.
[SOCIAL_TWEET]: IHSG tutup 2022 di level 6.850,62 meski melemah tipis 0,14%. Sepanjang tahun, 59 perusahaan baru melantai di BEI! Simak kronologi lengkapnya. #IHSG #Saham #BEI[SOCIAL_TG]: 📊 IHSG Akhiri 2022 di 6.850,62 — Melemah 0,14% | 59 Emiten Baru Melantai di BEI | Kronologi lengkap dari pandemi hingga penutupan tahun di Beritatercepat.com
Comments (0)