JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang di zona hijau pada perdagangan sesi kedua hari Selasa (8/9/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks acuan saham nasional tersebut sukses melonjak 1,02% dan kian mendekati level resisten psikologis 6.700. Pergerakan positif ini didorong oleh aksi beli bersih investor asing (net foreign buy) yang terakumulasi signifikan pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap), khususnya di sektor perbankan dan energi.
Sejak pembukaan perdagangan sesi pertama pagi hari, IHSG memang telah menunjukkan sinyal penguatan. Namun, memasuki perdagangan sesi II, akumulasi volume transaksi melesat cepat seiring tingginya gairah pelaku pasar merespons meredanya tekanan ekonomi global serta rilis data makroekonomi domestik yang terbilang solid. Nilai transaksi harian bursa tercatat mencapai angka fantastis sebesar Rp12,4 triliun dengan frekuensi perdagangan melampaui 1,2 juta kali.
Faktor Pendorong Utama Penguatan IHSG di Sesi II
Kenaikan IHSG hingga menempel ketat ambang batas 6.700 ini didukung oleh sejumlah faktor fundamental dan teknikal yang memicu optimisme pasar:
- Arus Modal Asing Masuk: Investor global mencatatkan nilai beli bersih (net buy) mencapai lebih dari Rp850 miliar di pasar reguler sepanjang hari.
- Apresiasi Sektor Perbankan: Saham-saham bank jumbo menjadi penopang utama indeks dengan rata-rata kenaikan harga saham melebihi 1,5%.
- Penguatan Nilai Tukar Rupiah: Stabilnya mata uang rupiah terhadap dolar AS memberikan dorongan bagi pelaku pasar untuk menambah portofolio pada aset berisiko (risk-on).
Perbandingan Pergerakan Indeks Saham Regional
Laju positif yang dialami oleh bursa saham Indonesia berbanding lurus dengan tren penguatan bursa saham di kawasan Asia Pasifik. Berikut perbandingan pergerakan IHSG dengan sejumlah indeks utama kawasan pada penutupan sesi sore:
| Indeks Bursa | Posisi Penutupan Sesi II | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| IHSG (Indonesia) | 6.695,40 | +1,02% |
| Nikkei 225 (Jepang) | 38.450,20 | +0,75% |
| Hang Seng (Hong Kong) | 17.820,10 | +1,15% |
| Straits Times (Singapura) | 3.240,80 | +0,42% |
Pandangan Analis dan Proyeksi Pasar Saham
Analis Pasar Modal Beritatercepat Research, Budi Santoso, menilai bahwa reli kuat yang terjadi pada sesi II ini merupakan indikasi jelas bahwa daya beli pasar masih sangat dominan. Menurutnya, fundamental ekonomi nasional yang terjaga kokoh menjadi alasan utama investor domestik maupun asing tetap meletakkan dana mereka di pasar modal Indonesia.
"Reli IHSG sebesar 1,02% hingga mendakati level 6.700 mencerminkan kepercayaan investor yang relatif tinggi terhadap stabilitas keuangan nasional. Apabila aliran modal asing dapat dipertahankan hingga penutupan pekan ini, indeks diyakini dapat dengan mudah menembus dan bertahan di atas level psikologis 6.700," tegas Budi Santoso.
Meskipun demikian, para pelaku pasar tetap disarankan untuk cermat mengantisipasi potensi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek saat IHSG menguji level resisten tersebut. Strategi akumulasi secara bertahap pada saham-saham ber fundamental kuat dan bervalusi murah menjadi langkah yang direkomendasikan bagi para investor retail.
Comments (0)