Sep 17, 2026
Hukum

JAKARTA — Guru Besar UI Peringatkan Kejelasan Status Hukum Danantara

Wacana pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus memicu gelombang diskusi hangat di kalangan pengamat ekonomi dan

JAKARTA — Guru Besar UI Peringatkan Kejelasan Status Hukum Danantara

Wacana pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus memicu gelombang diskusi hangat di kalangan pengamat ekonomi dan hukum tata negara. Kehadiran lembaga yang digadang-gadang bakal menjadi superholding BUMN ini membawa harapan besar bagi optimalisasi aset strategis bangsa. Namun, di balik ambisi finansial tersebut, bayang-bayang ketidakpastian hukum masih membentang luas.

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) menyampaikan peringatan keras terkait belum jelasnya status hukum serta batas kewenangan Danantara. Tanpa regulasi yang tegas dan terperinci, pengalihan pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Kementerian BUMN ke Danantara berisiko memicu kekacauan birokrasi dan hilangnya kontrol negara terhadap aset-aset vital.

Ketidakpastian Hukum dan Risiko Tumpang Tindih Kewenangan

Ketidakjelasan batasan operasional Danantara menjadi perhatian utama akademisi. Dalam beberapa wacana, Danantara diproyeksikan mengambil alih peran eksekutor investasi dan pengelolaan dividen BUMN. Namun, posisi kementerian teknis—seperti Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian (Kementan)—dalam skema baru ini belum terdefinisikan secara akurat.

Sebagai contoh, BUMN yang bergerak di bidang pangan dan pupuk memiliki hubungan langsung dengan kebijakan ketahanan pangan nasional di bawah Kementan. Jika kewenangan manajerial penuh ditarik ke Danantara tanpa koordinasi yang matang, dikhawatirkan orientasi BUMN akan bergeser murni pada keuntungan finansial komersial ketimbang menjalankan penugasan pelayanan publik (public service obligation).

"Status hukum Danantara harus diselesaikan terlebih dahulu melalui payung undang-undang yang kuat. Tanpa garis batas yang tegas antara fungsi regulator dan operator, kita berisiko menghadapi tumpang tindih kewenangan yang membahayakan tata kelola aset negara," tegas Guru Besar UI tersebut.

Analisis Perbandingan Tata Kelola Lembaga

Untuk memahami peta kompleksitas ini, berikut adalah tabel perbandingan fungsi yang idealnya diatur secara eksplisit di dalam undang-undang agar tidak menimbulkan kerancuan operasional:

Aspek Tata Kelola Kementerian BUMN / Teknis BPI Danantara
Fungsi Utama Regulator, pembuat kebijakan publik, dan pengawas sektor Operator investasi, pengelola portofolio, dan sovereign wealth fund
Orientasi Kinerja Stabilitas ekonomi nasional dan pelayanan masyarakat (PSO) Efisiensi aset, komersial, dan return on investment (ROI)
Landasan Hukum Undang-Undang BUMN dan regulasi sektoral Peraturan Pemerintah / Perpres penugasan khusus

Data mencatat bahwa total aset BUMN Indonesia saat ini telah menembus angka lebih dari Rp 10.000 triliun. Mengelola dana sebesar itu membutuhkan prinsip kehati-hatian yang sangat tinggi (prudent governance). Jika Danantara bertindak sebagai pengelola modal tanpa mekanisme pengawasan interinternal yang ketat dari DPR dan kementerian terkait, potensi kerugian finansial negara menjadi sangat besar.

Urgensi Payung Hukum demi Keamanan Aset Negara

Penataan ulang struktur korporasi negara memerlukan revisi menyeluruh terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Para ahli menegaskan bahwa pembentukan entitas superholding tidak boleh dilakukan hanya berdasar Peraturan Presiden atau Peraturan Pemerintah belaka, melainkan harus dilandasi oleh undang-undang yang disetujui bersama parlemen.

Keberadaan Danantara harus ditopang oleh transparansi publik yang akuntabel. Pasar dan masyarakat perlu tahu secara transparan bagaimana mekanisme pembagian dividen, tanggung jawab atas risiko kegagalan investasi, serta sejauh mana peran kementerian teknis seperti Kementan dalam menjaga keterjangkauan harga pupuk dan pangan bagi rakyat kecil.

"Kita tidak boleh terburu-buru mengalihkan kewenangan BUMN sebelum pondasi hukumnya benar-benar kokoh. Kejelasan status Danantara adalah kunci utama agar pengelolaan aset negara tetap terkontrol dan sepenuhnya diabdikan untuk kesejahteraan rakyat," pangkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User