Sep 19, 2026
Nasional

JAKARTA — DPR Soroti Penguasaan Data Platform Digital Asing

Deretan layar ponsel pintar yang terus berkedip di ruang-ruang publik menjadi saksi betapa intimnya masyarakat Indonesia dengan dunia digital. Namun, di ba

JAKARTA — DPR Soroti Penguasaan Data Platform Digital Asing

Deretan layar ponsel pintar yang terus berkedip di ruang-ruang publik menjadi saksi betapa intimnya masyarakat Indonesia dengan dunia digital. Namun, di balik kemudahan transaksi dan interaksi maya tersebut, tersimpan kecemasan besar mengenai siapa yang sebenarnya menguasai rekam jejak digital jutaan warga negara. Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI secara tegas menyuarakan keprihatinan mendalam terkait dominasi platform digital global yang kian masif menguasai data pribadi masyarakat Indonesia.

Isu kedaulatan digital kini bukan lagi sekadar wacana teknis di ruang seminar, melainkan ancaman nyata bagi keamanan nasional dan perlindungan hak-hak konsumen. Ketergantungan yang tinggi terhadap platform asing tanpa regulasi pengawasan data yang mengikat ketat berpotensi menempatkan konsumen domestik pada posisi yang sangat rentan.

Ancaman Terhadap Kedaulatan Digital Nasional

Wakil Ketua BKSAP DPR RI menegaskan bahwa monopoli dan penguasaan data oleh entitas digital raksasa telah menciptakan ketimpangan lalu lintas informasi dan ekonomi. Data yang dihimpun secara gratis dari aktivitas harian warga Indonesia dimanufaktur menjadi komoditas ekonomi bernilai triliunan rupiah di luar negeri, sementara negara pemilik data kerap hanya mendapatkan porsi minimal.

"Kedaulatan digital Indonesia tidak boleh dipertaruhkan. Ketika data warga dikuasai sepenuhnya oleh platform digital tanpa adanya kendali dan transparansi yang jelas, kita sedang menyerahkan sebagian dari kedaulatan bangsa ini kepada kekuatan korporasi global," tegas perwakilan BKSAP DPR RI saat memberikan keterangan di Gedung Nusantara, Senayan.

Kondisi ini kian memprihatinkan mengingat lebih dari 90 persen pasar media sosial dan e-commerce di tanah air masih didominasi oleh korporasi multinasional. Tanpa adanya kontrol ketat terhadap data sovereignty, Indonesia berisiko hanya menjadi penonton dan pasar konsumtif di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dunia.

Perlindungan Konsumen dan Kesiapan Regulasi

Selain persoalan kedaulatan negara, dampak langsung penguasaan data ini dirasakan oleh masyarakat selaku konsumen. Praktik komersialisasi data tanpa izin, kebocoran data pribadi, hingga pemfungsian algoritma yang manipulatif menjadi ancaman harian yang membayangi para pengguna internet.

DPR mendorong perbaikan mekanisme pengawasan serta implementasi aturan turunan dari Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) secara optimal. Perlindungan konsumen harus menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak dirugikan oleh klausul syarat dan ketentuan sepihak yang kerap menyudutkan pengguna.

Aspek Evaluasi Kondisi Platform Digital Tuntutan Regulasi DPR
Pengelolaan Data Tersimpan di server luar negeri tanpa transparansi penuh. Wajib transparansi audit dan penempatan tata kelola data yang aman.
Hak Konsumen Kerap terjebak kesepakatan syarat & ketentuan sepihak. Perlindungan mutlak atas kerahasiaan dan privasi data pribadi.
Dampak Ekonomi Monetisasi data penuh oleh platform asing. Pembagian manfaat ekonomi yang adil bagi ekosistem lokal.

Diplomasi Parlemen dan Langkah Strategis Ke Depan

Sebagai instrumen diplomasi, BKSAP DPR berkomitmen membawa isu kedaulatan data ini ke forum-forum parlementer internasional. Menurut DPR, penataan tata kelola digital membutuhkan standar global yang adil agar negara berkembang tidak terus-menerus menjadi korban eksploitasi data.

Parlemen menekankan bahwa keamanan data adalah benteng terakhir kedaulatan modern. Oleh karena itu, penguatan regulasi di dalam negeri harus berjalan seiring dengan diplomasi aktif di tingkat global guna memastikan platform digital beroperasi secara etis, transparan, dan bertanggung jawab.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User