Monday, 24 August 2026 | 09:53 WIB

Jakarta, Beritatercepat.com — PT Pertamina (Persero) mempercepat transisi energi di sektor transportasi

Penandatanganan Kerja Sama dan Perencanaan Infrastruktur Tahap awal kolaborasi antara Pertamina dan IBC dimulai dengan penyelarasan visi pembangunan ekosi

Aug 18, 2026 - 06:30
0 3
Jakarta, Beritatercepat.com — PT Pertamina (Persero) mempercepat transisi energi di sektor transportasi

Penandatanganan Kerja Sama dan Perencanaan Infrastruktur

Tahap awal kolaborasi antara Pertamina dan IBC dimulai dengan penyelarasan visi pembangunan ekosistem baterai nasional yang komprehensif. Kedua pihak melakukan serangkaian pertemuan teknis untuk memetakan kebutuhan infrastruktur pengisian daya yang sesuai dengan karakteristik geografis dan pola mobilitas masyarakat Indonesia. Tim teknis dari kedua entitas menyusun peta jalan implementasi yang memperhatikan standar keselamatan, kapasitas daya listrik, dan integrasi dengan sumber energi terbarukan. Pertamina menyediakan lahan dan fasilitas yang telah terdistribusi di seluruh wilayah Indonesia, sementara IBC membawa keahlian dalam manufaktur baterai dan manajemen siklus hidup sel baterai litium. Sinergi ini diharapkan dapat menekan biaya investasi awal sekaligus mempercepat penetrasi pasar kendaraan listrik.

  1. Penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina dan IBC terkait pengembangan ekosistem baterai nasional.
  2. Identifikasi lokasi strategis berdasarkan data trafik kendaraan dan potensi pasar di berbagai wilayah Indonesia.
  3. Penyelarasan standar teknis charging station dan swap battery dengan regulasi Kementerian ESDM dan Kementerian Perhubungan.

Pilot Project di Jalur Darat dan Perkotaan

Setelah tahap perencanaan selesai, fokus implementasi diarahkan pada sektor darat sebagai segmen dengan volume kendaraan terbesar. Pertamina mulai menguji coba infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai di sejumlah lokasi prioritas, seperti rest area jalan tol, pusat perbelanjaan, dan kawasan perkotaan padat. Untuk sepeda motor listrik, teknologi battery swapping dipilih karena dianggap lebih efisien dalam mengurangi waktu pengisian daya dibandingkan dengan konsep plug-in charging konvensional. Sementara untuk mobil listrik, Pertamina memasang fast charging station dengan daya besar untuk memenuhi kebutuhan perjalanan antarkota. Selama fase pilot, tim monitoring mencatat pola kunjungan pengguna, frekuensi penukaran baterai, dan tingkat kepuasan konsumen sebagai bahan evaluasi perluasan jaringan.

  1. Uji coba battery swapping untuk sepeda motor listrik di kawasan perkotaan dengan target waktu penukaran kurang dari dua menit.
  2. Instalasi stasiun pengisian cepat untuk kendaraan listrik roda empat di rest area jalan tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatera.
  3. Pengumpulan data penggunaan untuk perbaikan sistem dan penentuan lokasi tambahan pada fase komersialisasi.

Integrasi ke Sektor Maritim dan Aviasi

Melanjutkan keberhasilan di sektor darat, Pertamina dan IBC merumuskan ekspansi ke sektor maritim dan aviasi sebagai bagian dari visi mobilitas berkelanjutan yang holistik. Di sektor maritim, kemitraan ini menargetkan pengembangan sistem propulsi listrik untuk kapal-kapal feri dan angkutan sungai yang beroperasi di rute padat penumpang. Spesifikasi baterai untuk aplikasi kelautan dirancang dengan standar ketahanan air dan getaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan baterai kendaraan darat. Di sisi aviasi, kedua perusahaan mengeksplorasi penyediaan ground power unit berbasis baterai serta fasilitas charging untuk kendaraan bandara dan dalam jangka panjang untuk pesawat ringan berbasis listrik. Langkah ini sejalan dengan upaya global untuk mengurangi jejak karbon di industri penerbangan dan pelayaran yang dikenal sebagai sektor hard-to-abate.

  1. Pengembangan prototipe sistem baterai tahan air untuk kapal feri dan angkutan sungai listrik.
  2. Instalasi ground charging infrastructure di bandara-bandara utama untuk mendukung operasional kendaraan bandara berbasis listrik.
  3. Kolaborasi dengan operator pelayaran dan maskapai penerbangan untuk validasi teknologi dan studi kelayakan komersial.

Target Implementasi dan Proyeksi Dampak Nasional

Dalam rencana induknya, Pertamina menargetkan infrastruktur charging dan battery swapping dapat terintegrasi dengan ribuan titik layanan yang ada dalam jaringan bisnis perseroan. Pada tahap awal, ratusan unit charging station dan swap station direncanakan akan beroperasi di jalur strategis nasional dalam beberapa tahun ke depan. Investasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi transportasi, tetapi juga untuk menciptakan rantai nilai industri baterai dalam negeri yang melibatkan produsen komponen lokal. Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan partisipasi swasta, ekosistem yang dibangun Pertamina dan IBC diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menekan emisi gas rumah kaca, dan membuka lapangan kerja baru di sektor teknologi energi bersih. Kemitraan ini menjadi bukti konkret sinergi BUMN dalam membangun kedaulatan energi sekaligus mempersiapkan infrastruktur mobilitas masa depan Indonesia.

Ke depan, publik dapat memantau perkembangan proyek ini melalui berbagai kanal informasi resmi Pertamina. Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait program ini:

[SOCIAL_TWEET]: Pertamina gandeng IBC bangun charging station & battery swapping untuk ekosistem mobilitas darat, laut, udara. Langkah besar trans

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User