Sep 17, 2026
Hukum

JAKARTA — Bahlil Alokasikan 82 Persen Anggaran ESDM 2027 untuk Infrastruktur

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengajukan pagu anggaran untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,37 triliun. Dalam

JAKARTA — Bahlil Alokasikan 82 Persen Anggaran ESDM 2027 untuk Infrastruktur

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengajukan pagu anggaran untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,37 triliun. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa porsi terbesar dari dana tersebut dialokasikan langsung untuk program infrastruktur yang menyasar kebutuhan rakyat.

Dari total alokasi yang telah disepakati, sebanyak Rp22,51 triliun atau setara dengan 82 persen dikhususkan bagi pelaksanaan program strategis nasional. Kebijakan ini menekankan efisiensi operasional kementerian guna menunjang belanja modal fisik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas hingga ke pelosok daerah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa fokus utama penggunaan anggaran infrastruktur ini meliputi percepatan pembangunan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga, pembangunan pipa transmisi minyak dan gas, serta ekspansi program listrik desa (lisdes) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Sebanyak Rp22,51 triliun atau setara 82 persen kita alokasikan untuk program strategis berupa pembangunan infrastruktur Kementerian ESDM. Ini untuk membangun pipa, membangun jargas, membangun listrik desa, jadi semuanya kita melakukan program ini ke rakyat langsung," ujar Bahlil saat memaparkan rencana kerja kementerian di hadapan anggota Komisi XII DPR RI.

Selain fokus pada pembangunan fisik, Kementerian ESDM membagi sisa anggaran untuk kebutuhan operasional dan pelayanan publik nonfisik. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp1,31 triliun untuk kegiatan publik nonfisik, seperti regulasi, perizinan, dan sosialisasi kebijakan energi. Sementara itu, pos dukungan operasional penunjang birokrasi dan administrasi kementerian ditetapkan sebesar Rp3,56 triliun. Di dalam skema ini, komitmen anggaran pendidikan sektor energi tetap dijaga dengan nilai minimal sebesar Rp165,1 miliar.

Rincian Distribusi Anggaran Unit Eselon I ESDM

Pengalokasian dana terbesar dalam pagu anggaran 2027 terkonsentrasi pada dua direktorat jenderal vital yang mengurusi pasokan energi utama nasional, yakni Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) serta Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

Unit Kerja / Pos Anggaran Alokasi Anggaran Fokus Penggunaan Utama
Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Rp11.340,79 Miliar Pipa Transmisi Gas & Jaringan Gas Rumah Tangga
Ditjen Ketenagalistrikan Rp10.449,63 Miliar Program Listrik Desa & Pemerataan Elektrifikasi
Kegiatan Publik Nonfisik Rp1,31 Triliun Layanan Publik, Pembinaan, & Pembentukan Regulasi
Operasional Birokrasi Rp3,56 Triliun Gaji Pegawai & Layanan Administrasi Perkantoran
Total Pagu Anggaran ESDM 2027 Rp27,37 Triliun Pagu Definitif Kementerian ESDM 2027

Berdasarkan rincian tersebut, Ditjen Migas mengantongi porsi anggaran tertinggi yakni mencapai Rp11.340,79 miliar (sekitar Rp11,34 triliun). Dana ini diprioritaskan untuk menyelesaikan proyek-proyek pipa gas strategis yang menghubungkan pusat produksi dengan pusat konsumsi industri serta domestik.

Sementara itu, Ditjen Ketenagalistrikan menerima alokasi terbesar kedua senilai Rp10.449,63 miliar (sekitar Rp10,45 triliun). Anggaran ini dioptimalkan untuk menutup celah rasio elektrifikasi nasional, memastikan kawasan pelosok dan desa-desa yang belum terjangkau listrik dapat menikmati akses energi secara berkelanjutan.

Analisis Beritatercepat: Orientasi Postur APBN Berbasis Kerakyatan

Keputusan Kementerian ESDM untuk menyalurkan 82 persen anggarannya ke sektor infrastruktur publik merupakan bentuk nyata dari transformasi belanja negara yang progresif. Di tengah tantangan ketidakpastian harga komoditas energi global, penguatan infrastruktur domestik menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Pengamat kebijakan energi menilai bahwa alokasi besar pada Ditjen Migas dan Ditjen Ketenagalistrikan memegang dua peran kunci. Pembangunan pipa gas dan jargas secara masif berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat pada LPG impor yang selama ini menyedot beban subsidi APBN secara signifikan. Di sisi lain, penyediaan listrik desa secara langsung mendorong roda perekonomian lokal dan melepaskan wilayah terisolasi dari ketimpangan energi.

Dengan porsi belanja modal yang mendominasi, Kementerian ESDM dituntut memastikan proses pengadaan dan pelaksanaan proyek di lapangan berjalan transparan, efisien, serta tepat waktu. Komisi XII DPR RI dipastikan akan terus mengawal penyerapan anggaran ini agar setiap rupiah dari total Rp27,37 triliun tersebut benar-benar memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2027 mencapai Rp27,37 triliun. Dari total anggaran tersebut, Rp22,51 triliun dialokasikan khusus untuk infrastruktur rakyat seperti pipa gas dan listrik desa. Ditjen Migas dan Ditjen Ketenagalistrikan menjadi penerima alokasi terbesar. Baca analisis selengkapnya di Beritatercepat.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User